Posted in

Aksi Nekat! Pencuri Baut Rel Kereta Di Blitar Ditangkap Polisi

Kasus pencurian yang mengancam keselamatan publik kembali terjadi, kali ini menyasar infrastruktur vital perkeretaapian di Blitar, Jawa Timur.

Aksi Nekat! Pencuri Baut Rel Kereta Di Blitar Ditangkap Polisi

Seorang pria berinisial ES (43) harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah kedapatan mencuri baut dan pelat rel kereta api. Tindakan nekatnya ini tidak hanya merugikan PT KAI, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal bagi ribuan penumpang. Penangkapan ES menjadi pengingat serius akan pentingnya menjaga keamanan aset negara, terutama yang berkaitan langsung dengan nyawa banyak orang.

Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Surabaya.

Pencurian Baut Rel, Ancaman Serius Bagi Keselamatan Perjalanan

Keamanan rel kereta api adalah fondasi utama keselamatan perjalanan. Setiap komponen, termasuk baut dan pelat penyambung, memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas jalur. ​Pencurian baut rel bukan sekadar tindak pidana biasa, ini adalah tindakan berbahaya yang dapat mengakibatkan anjloknya kereta api, mengancam nyawa ratusan hingga ribuan penumpang.​

Baru-baru ini, ES (43), seorang warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, ditangkap karena mencuri baut dan pelat rel kereta. Aksi pencurian ini terjadi di jalur rel antara Stasiun Blitar dan Stasiun Garum, tepatnya di Kelurahan Gedog. Peristiwa ini menunjukkan kerentanan infrastruktur terhadap tindak kejahatan.

Kapolsek Sananwetan Kompol Wahyu Satrio Widodo menegaskan bahwa pencurian komponen rel kereta api dapat berakibat fatal. Tindakan ini berpotensi menyebabkan kecelakaan serius. Oleh karena itu, polisi mengimbau masyarakat untuk tidak meniru perbuatan tersebut dan melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di sekitar rel.

Kronologi Penangkapan, Berawal Dari Laporan Petugas Keamanan KAI

Penangkapan ES bermula dari laporan petugas keamanan PT KAI. Pada Rabu, 3 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, petugas keamanan PT KAI Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mendapati ES sedang beraksi di KM 107+0/100. Lokasi ini berada di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Petugas segera mengamankan ES di tempat kejadian perkara (TKP). Setelah diamankan, ES beserta barang bukti kemudian diserahkan kepada Polsek Sananwetan untuk proses hukum lebih lanjut. Kecepatan respons petugas keamanan KAI patut diapresiasi dalam mencegah kerusakan lebih lanjut.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Barang bukti tersebut meliputi 35 buah baut rel, 34 buah pelat penambat rel, sebuah kunci pas, sebuah karung, dan sebuah sepeda motor matic yang digunakan pelaku untuk mengangkut hasil curiannya.

Baca Juga: Nenek Elina Laporkan Dugaan Pemalsuan Surat Tanah ke Polda Jatim

Motif Ekonomi Dan Ancaman Hukuman Berat

Motif Ekonomi Dan Ancaman Hukuman Berat

Berdasarkan pengakuan pelaku, motif di balik pencurian baut dan pelat rel ini adalah kebutuhan ekonomi. ES mengaku bahwa hasil curian tersebut akan dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia sudah tiga kali melakukan pencurian serupa, menunjukkan adanya pola kejahatan yang terencana.

Meskipun motifnya adalah ekonomi, tindakan ES sangat berbahaya. Kompol Wahyu menjelaskan bahwa pelaku akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman untuk pasal ini tidak main-main.

Pelaku bisa terancam hukuman pidana penjara maksimal tujuh tahun. Vonis berat ini diharapkan dapat memberikan efek jera, sekaligus menjadi peringatan bagi siapa pun yang berani mengganggu keamanan dan kelancaran perjalanan kereta api di Indonesia.

Pentingnya Peran Masyarakat Dan Sinergi Pengawasan

Kasus pencurian baut rel ini menyoroti betapa pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan fasilitas publik. Keberadaan rel kereta api yang membentang luas membutuhkan pengawasan kolektif. Laporan dari warga yang melihat aktivitas mencurigakan sangat membantu pihak berwenang.

Selain itu, sinergi antara PT KAI, kepolisian, dan masyarakat perlu terus ditingkatkan. Patroli rutin dan pemasangan sistem pengawasan yang lebih canggih di titik-titik rawan dapat meminimalisir kejadian serupa. Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama.

Mari bersama-sama menjaga infrastruktur vital negara kita. Dengan pengawasan ketat dan kesadaran kolektif, kita bisa menciptakan lingkungan yang aman bagi setiap perjalanan kereta api. Jangan biarkan tindakan segelintir orang mengancam keselamatan ribuan jiwa.

Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Surabaya kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Surabaya.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari surabaya.kompas.com
  • Gambar Kedua dari jatim.tribunnews.com