Kasus pembunuhan anak di Lamongan menghebohkan masyarakat setelah Kapolres setempat mengungkap motif pelaku, yang merupakan ayah korban.
Kapolres Lamongan menjelaskan bahwa motif pelaku bukan sekadar pertengkaran biasa, tetapi terkait persoalan psikologis yang dialami pelaku.
Dugaan muncul dari pengakuan pelaku saat diperiksa penyidik, di mana kondisi emosional dan tekanan kehidupan sehari-hari disebut memicu tindakan tragis tersebut.
Kasus ini mengejutkan warga karena hubungan ayah dan anak sebelumnya tampak normal di lingkungan sekitar. Berikut ini Adalah kumpulan informasi terbaru dan paling menarik dari Info Kejadian Surabaya.
Kronologi Kejadian Menurut Kapolres
Peristiwa tragis terjadi di rumah korban di Lamongan pada malam hari. Kapolres menjelaskan, pelaku secara tiba-tiba melakukan tindakan kekerasan terhadap anaknya.
Korban ditemukan tewas sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis. Polisi segera mengamankan lokasi kejadian untuk olah tempat kejadian perkara.
Keterangan saksi menunjukkan tidak ada tanda-tanda persiapan pelaku sebelumnya, sehingga aksi tersebut dianggap impulsif. Kronologi ini menjadi dasar penyelidikan awal oleh aparat kepolisian untuk mengetahui motif sebenarnya.
Sikap Pelaku Selama Penyelidikan
Kapolres menyebutkan bahwa pelaku tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatannya. Sikap tersebut menjadi sorotan karena biasanya kasus pembunuhan orang dekat menimbulkan rasa bersalah yang terlihat jelas.
Saat diperiksa, pelaku bersikap tenang dan hanya memberikan penjelasan singkat mengenai motif di balik tindakannya. Sikap tidak menyesal ini membuat aparat keamanan lebih waspada selama proses interogasi.
Psikolog yang dilibatkan menyebut bahwa perilaku tersebut bisa terkait gangguan emosi atau kondisi psikologis tertentu yang memengaruhi kemampuan pelaku dalam menilai konsekuensi perbuatannya.
Penyidik menemukan bahwa pelaku tetap tenang saat dimintai keterangan, bahkan mengulang pengakuan terkait alasan melakukan aksi kekerasan terhadap anaknya.
Ketidakmenyesalan pelaku mempersulit upaya psikologis penyidik untuk memahami secara mendalam kondisi mental pelaku sebelum tindakan terjadi.
Baca Juga:
Langkah Proses Hukum Kepolisian
Kapolres Lamongan memastikan proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan. Pelaku telah ditahan untuk memastikan keamanan lingkungan sekitar serta mempermudah proses penyidikan.
Penyidik menyiapkan berkas untuk penyerahan ke kejaksaan setelah bukti dan keterangan saksi lengkap. Aparat juga memberikan pendampingan kepada keluarga korban agar trauma akibat peristiwa tragis ini dapat diminimalkan.
Polres Lamongan berkomitmen untuk menuntaskan penyidikan agar kasus ini memberikan efek jera.
Selain itu, aparat juga akan melibatkan pihak terkait untuk memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban, sebagai langkah pemulihan akibat trauma yang ditimbulkan peristiwa tragis tersebut.
Kepolisian menegaskan bahwa tindakan ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat, dengan tujuan menegakkan hukum sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan serupa.
Faktor Psikologis Menjadi Fokus Investigasi
Dalam konferensi pers, Kapolres menegaskan bahwa penyidik menyoroti kondisi psikologis pelaku sebagai faktor utama. Investigasi melibatkan ahli psikologi untuk menilai pola perilaku pelaku sebelum kejadian.
Analisis ini bertujuan membantu kepolisian menentukan apakah tindakan tersebut merupakan hasil tekanan emosional jangka panjang atau dorongan spontan.
Hasil temuan psikolog dianggap penting untuk proses hukum dan kemungkinan pertimbangan rehabilitasi mental dalam proses persidangan. Ikuti selalu informasi menarik dari kami setiap hari, dijamin terupdate dan terpercaya, hanya di Info Kejadian Surabaya sekarang juga.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari surabaya.kompas.com