BPBD Surabaya mencatat 43 laporan ular masuk ke rumah warga dalam sebulan terakhir, peningkatan kasus dipicu perubahan cuaca dan lingkungan.
Fenomena ular masuk ke permukiman warga kembali menjadi perhatian di Kota Surabaya. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 43 laporan ular yang ditemukan di dalam rumah maupun pekarangan warga. Angka ini menunjukkan peningkatan dibanding bulan-bulan sebelumnya.
Berikut ini Adalah kumpulan informasi terbaru dan paling menarik dari Info Kejadian Surabaya.
Lonjakan Laporan Ular Masuk Rumah
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Surabaya menunjukkan adanya tren peningkatan laporan evakuasi ular selama sebulan terakhir. Dari total 43 kasus, sebagian besar terjadi di kawasan padat penduduk yang berdekatan dengan saluran air, kebun kosong, atau lahan tak terawat.
Petugas BPBD menerima laporan hampir setiap hari, baik melalui sambungan darurat maupun aplikasi pengaduan warga. Ular yang ditemukan beragam jenisnya, mulai dari ular sawah hingga ular pohon. Sebagian ditemukan bersembunyi di dapur, kamar mandi, plafon rumah, hingga tumpukan barang di gudang.
Menurut keterangan petugas, kemunculan ular di dalam rumah biasanya terjadi pada malam hari atau setelah hujan deras. Kondisi lembap membuat ular mencari tempat yang lebih hangat dan kering, termasuk masuk ke bangunan warga.
Faktor Cuaca dan Lingkungan
Perubahan cuaca menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus ular masuk rumah. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir membuat habitat alami ular, seperti semak-semak dan bantaran sungai, tergenang air. Akibatnya, ular berpindah mencari tempat perlindungan baru.
Sebagai kota besar di Jawa Timur, Surabaya memiliki banyak kawasan padat penduduk yang berbatasan langsung dengan saluran drainase dan lahan kosong. Area semacam ini kerap menjadi jalur pergerakan satwa liar, termasuk ular.
Selain faktor cuaca, kondisi lingkungan yang kurang terawat juga turut berkontribusi. Tumpukan sampah, rumput tinggi, serta barang bekas yang dibiarkan menumpuk di pekarangan rumah dapat menjadi tempat persembunyian ideal bagi ular. Minimnya pencahayaan di sekitar rumah juga memudahkan ular bergerak tanpa terdeteksi.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Sidak Bahan Pokok, Harga Stabil Jelang Ramadhan
Proses Evakuasi Oleh Petugas
Setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti oleh tim BPBD. Petugas yang telah terlatih menggunakan peralatan khusus seperti tongkat penjepit, sarung tangan pelindung, dan karung evakuasi untuk mengamankan ular dengan aman.
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati agar tidak membahayakan warga maupun petugas. Setelah berhasil ditangkap, ular biasanya dilepaskan kembali ke habitat yang jauh dari permukiman atau diserahkan ke pihak terkait jika tergolong satwa yang perlu penanganan khusus.
Petugas juga memberikan edukasi singkat kepada pemilik rumah mengenai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Edukasi ini dinilai penting karena tidak semua warga memahami cara menghadapi situasi darurat saat bertemu ular.
Imbauan dan Langkah Pencegahan
BPBD Surabaya mengimbau masyarakat agar tetap tenang jika mendapati ular masuk rumah. Warga disarankan tidak mencoba menangkap sendiri, terutama jika tidak mengetahui jenis ular tersebut berbisa atau tidak.
Beberapa langkah pencegahan sederhana dapat dilakukan, seperti rutin membersihkan pekarangan, memangkas rumput liar, serta menutup celah atau lubang yang berpotensi menjadi akses masuk ular. Saluran air juga perlu diperiksa secara berkala agar tidak menjadi jalur persembunyian.
Selain itu, warga diminta memastikan tidak ada tumpukan barang yang dibiarkan terlalu lama di sudut rumah. Lingkungan yang bersih dan tertata rapi dapat mengurangi kemungkinan ular bersarang atau bersembunyi.
Meningkatkan Kesiapsiagaan Warga
Meningkatnya kasus ular masuk rumah menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi gangguan satwa liar. Meski tidak semua ular berbahaya, risiko gigitan tetap harus diantisipasi.
Edukasi mengenai jenis-jenis ular yang umum ditemukan di wilayah perkotaan perlu terus disosialisasikan. Dengan pengetahuan yang memadai, warga dapat mengambil keputusan tepat saat menghadapi situasi darurat tanpa panik berlebihan.
Pemerintah kota bersama BPBD juga berencana meningkatkan patroli di kawasan yang rawan laporan serupa. Pendataan wilayah dengan frekuensi kejadian tinggi akan membantu menentukan langkah preventif yang lebih efektif.
Ikuti selalu informasi menarik dari kami setiap hari, dijamin terupdate dan terpercaya, hanya di Info Kejadian Surabaya sekarang juga.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari JPNN.com
- Gambar kedua dari IDN Times Jatim