Posted in

Pengesahan Pesilat di Surabaya Dijaga Ketat Oleh Ribuan Personel Gabungan

Pengesahan pesilat baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Surabaya pada Jumat, 27 Juni 2025, menjadi agenda yang mendapat perhatian.

Pengesahan-Pesilat-di-Surabaya-Dijaga-Ketat-Oleh-Ribuan-Personel-Gabungan

Kegiatan yang berlangsung di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Jalan Semolowaru, Sukolilo ini melibatkan sekitar 1.250 calon warga baru PSHT dan dijaga ketat oleh lebih dari 2.000 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta personel Pengamanan Teratai (Pamter) dari perguruan silat.

Ribuan Personel Dikerahkan Untuk Pengamanan Maksimal

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfi Sulistiawan menyatakan sebanyak 2.014 personel gabungan dikerahkan. Hal ini guna untuk memastikan prosesi pengesahan berjalan aman, nyaman, dan tertib. Pengamanan dimulai dengan apel kesiapan di Kampus Unitomo pada Jumat sore, 27 Juni 2025.

Kombes Lutfi menekankan pentingnya pengamanan yang tidak hanya ketat, tetapi juga dilakukan dengan pendekatan persuasif agar suasana tetap kondusif dan tidak memancing gesekan antar massa.

Pendekatan persuasif menjadi prioritas bagi petugas yang bersentuhan langsung dengan peserta pengesahan. Namun, apabila terjadi pelanggaran lalu lintas yang mencolok atau gangguan keamanan, tindakan tegas tetap akan diambil untuk menjaga ketertiban umum.

Strategi Penyekatan dan Pengalihan Arus Lalu Lintas

Untuk mengantisipasi kemacetan dan potensi kerumunan berlebihan. Polisi melakukan penyekatan di 10 titik strategis di Surabaya, seperti Bundaran Waru, Merr Gunung Anyar, Terminal Benowo, dan Jembatan Karangpilang. Selain itu, pengalihan arus lalu lintas diterapkan di enam titik utama agar kendaraan yang menuju lokasi pengesahan dan sekitarnya tidak menimbulkan kemacetan parah.

Pengelolaan parkir di sekitar Unitomo juga diatur dengan ketat agar tidak menimbulkan kepadatan lalu lintas. Petugas gabungan ditempatkan di titik-titik rawan untuk mengatur lalu lintas dan menghalau potensi konvoi liar yang biasa terjadi setelah acara pengesahan.

Antisipasi Konvoi dan Kerumunan Massa Setelah Acara

Meskipun sudah dilakukan penyekatan, sejumlah kelompok pesilat tetap menggelar konvoi di beberapa titik di Surabaya pada malam hari. Petugas gabungan dari TNI, Polri, Dishub, dan Pamter tetap siaga di lokasi rawan seperti kawasan Kedung Baruk, Merr, dan perbatasan kota untuk membubarkan kerumunan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.

Polisi mengimbau para pesilat dan masyarakat agar mematuhi aturan dan menjaga suasana kondusif selama rangkaian kegiatan berlangsung. Pengawasan ketat dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan menjaga keamanan selama momentum pengesahan.

Baca Juga: Tragis! Pria Lompat dari Lantai 5 Mal Surabaya, Polisi Temukan Surat Gadai HP

Koordinasi Intensif Dengan Perguruan Silat dan Pihak Terkait

Koordinasi-Intensif-Dengan-Perguruan-Silat-dan-Pihak-Terkait

Menjelang pengesahan, Polrestabes Surabaya bersama TNI dan berbagai perguruan silat seperti PSHT, IPSI, IKSPI, PSHW, Pagar Nusa, dan Tapak Suci menggelar rapat koordinasi pengamanan intensif. Dalam rakor tersebut disepakati agar anggota PSHT tidak menggunakan atribut saat keberangkatan untuk menghindari gesekan antar kelompok.

Selain itu, pengelolaan parkir dan pengawalan dari titik kumpul masing-masing ranting hingga lokasi pengesahan di Unitomo diatur secara sistematis. Polrestabes juga menyiapkan pengawalan melekat untuk menjamin keamanan perjalanan calon warga baru PSHT.

Rakor ini menjadi bukti sinergi dan komitmen seluruh pihak untuk menjaga situasi Surabaya tetap aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung.

Penindakan Tegas Terhadap Pelanggaran dan Gangguan

Satreskrim Polrestabes Surabaya membentuk tim khusus untuk memantau dan menyelidiki potensi gangguan keamanan selama pengesahan. Kapolrestabes menegaskan bahwa oknum perguruan silat yang melakukan tindakan meresahkan atau membahayakan jiwa masyarakat tidak akan segan-segan ditindak tegas.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di Kota Surabaya dan memastikan bahwa kegiatan pengesahan berlangsung dengan damai dan bermartabat.

Kesimpulan

Pengesahan anggota baru PSHT di Surabaya pada 27 Juni 2025 berhasil diamankan dengan ketat oleh lebih dari 2.000 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub. Pengamanan meliputi penyekatan di titik-titik strategis, pengalihan arus lalu lintas. Mereka juga melakukan pengelolaan parkir yang ketat guna mencegah kemacetan dan kerumunan berlebihan.

Pendekatan persuasif diutamakan oleh petugas yang berhadapan langsung dengan massa, namun tindakan tegas tetap dilakukan jika terjadi pelanggaran atau gangguan. Koordinasi intensif dengan perguruan silat dan berbagai pihak terkait menjadi kunci keberhasilan pengamanan acara.

Meskipun ada konvoi dan kerumunan massa setelah acara, pengawasan ketat dan kesiagaan petugas berhasil menjaga ketertiban dan keamanan Kota Surabaya. Dengan pengamanan yang optimal, pengesahan pesilat berlangsung lancar, aman, dan kondusif, menjaga martabat organisasi serta stabilitas sosial di kota metropolitan ini.

Untuk informasi terkini dan lengkap mengenai berbagai kejadian penting di Surabaya, termasuk insiden keamanan dan bencana alam, kalian bisa kunjungi Info Kejadian Surabaya sekarang juga.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari detik.com
  2. Gambar Kedua dari jatim.antaranews.com