Begal payudara kembali beraksi di Kediri dengan sasaran anak SD, orangtua resah dan pihak kepolisian meningkatkan patroli.
Kediri digemparkan oleh aksi begal payudara yang menargetkan anak-anak sekolah dasar. Kasus ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan orangtua dan guru. Para pelaku beraksi secara cepat dan licik, memanfaatkan situasi sepi di jalanan. Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan orangtua dan kewaspadaan masyarakat.
Berikut ini Adalah kumpulan informasi terbaru dan paling menarik dari Info Kejadian Surabaya.
Kronologi Aksi Pelaku
Kejadian begal payudara ini pertama kali dilaporkan terjadi di beberapa titik jalan dekat sekolah dasar di Kediri. Para pelaku biasanya menunggu saat anak-anak pulang sekolah sendirian atau berkelompok kecil.
Korban yang disasar umumnya perempuan, dan pelaku melakukan aksinya dengan cara mendekat dan menarik atau menyentuh secara tidak pantas. Momen-momen singkat ini membuat anak-anak ketakutan, namun banyak dari mereka tidak berani melawan atau berteriak karena takut.
Kejadian yang terjadi secara beruntun dalam beberapa hari terakhir membuat warga setempat dan orangtua semakin waspada. Polisi pun mengimbau anak-anak untuk selalu berjalan berkelompok dan melapor segera bila ada yang mencurigakan.
Reaksi Orangtua Dan Sekolah
Orangtua di Kediri merasa resah dan marah atas aksi begal payudara ini. Mereka khawatir keselamatan anak-anak mereka terancam setiap kali pergi atau pulang sekolah. Banyak orangtua mulai menjemput anak-anak lebih awal dan mengatur jadwal kelompok berjalan agar lebih aman.
Sekolah juga tidak tinggal diam. Pihak sekolah menambahkan pengawasan di pintu keluar dan memperketat jam pulang siswa. Beberapa guru mengadakan sosialisasi tentang bahaya tindak kriminal seksual serta langkah-langkah melindungi diri.
Selain itu, orangtua juga mulai membentuk grup komunikasi cepat melalui aplikasi pesan untuk memantau kondisi anak-anak mereka, memastikan tidak ada yang sendirian saat pulang sekolah.
Baca Juga: Kisah Apes Maling Motor di Surabaya, Ditinggal Teman Dan Ditangkap Polisi
Dampak Psikologis Pada Anak
Kejadian begal payudara bisa menimbulkan trauma psikologis bagi anak-anak. Beberapa korban mengalami ketakutan berlebih dan enggan pergi ke sekolah. Orangtua pun harus ekstra perhatian untuk mendukung anak-anak agar tidak merasa terancam setiap hari.
Psikolog anak menyarankan orangtua untuk berbicara terbuka dengan anak, menjelaskan bahaya tanpa menakut-nakuti secara berlebihan. Anak-anak juga diajarkan teknik dasar untuk menolak atau melawan bila dihadapkan pada situasi berbahaya.
Sekolah pun mulai memberikan edukasi tentang keselamatan pribadi, seperti cara mengenali orang asing, berjalan berkelompok, dan segera melapor bila terjadi pelecehan atau percobaan kriminal. Hal ini diharapkan dapat mencegah trauma jangka panjang.
Upaya Kepolisian Dan Patroli
Polisi setempat meningkatkan patroli di sekitar sekolah dan jalanan yang rawan. Unit Sabhara dan Babinkamtibmas rutin memantau situasi saat jam pulang dan pergi sekolah.
Selain itu, pihak kepolisian meminta masyarakat membantu dengan memberikan informasi mengenai orang atau kendaraan mencurigakan. Hotline darurat juga diperkuat agar laporan dari warga cepat ditindaklanjuti.
Kepolisian menegaskan bahwa pelaku akan ditangkap dan dijerat hukum seberat-beratnya. Mereka juga berencana mengadakan sosialisasi rutin di sekolah-sekolah mengenai keselamatan anak, termasuk mengenali tanda-tanda pelaku kriminal seksual.
Harapan Dan Tindakan Warga
Masyarakat Kediri berharap aksi begal payudara segera dihentikan. Orangtua menekankan pentingnya pengawasan ekstra dan saling berbagi informasi demi keselamatan anak-anak.
Selain itu, warga mendorong pihak sekolah untuk menyediakan jalur aman dan menambah penerangan di area sekitar sekolah. Langkah-langkah sederhana seperti berjalan berkelompok, mengenakan seragam yang mudah dikenali, dan melaporkan kejadian mencurigakan diharapkan dapat meminimalkan risiko serangan.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa keselamatan anak adalah tanggung jawab bersama. Solidaritas orangtua, sekolah, dan aparat kepolisian menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak di Kediri.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari Kompas.com
- Gambar kedua dari SinPo.id