Dua tersangka TPPU kasus narkotika di Jawa Timur terungkap membelanjakan aset hingga Rp 2,7 miliar, polisi menyita sejumlah properti.
Kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang bersumber dari kejahatan narkotika kembali terungkap di wilayah Jawa Timur. Aparat kepolisian berhasil mengamankan dua tersangka yang diduga mengalihkan hasil bisnis haram tersebut ke berbagai bentuk aset bernilai miliaran rupiah. Total nilai aset yang berhasil ditelusuri mencapai Rp 2,7 miliar.
Berikut ini Adalah kumpulan informasi terbaru dan paling menarik dari Info Kejadian Surabaya.
Kronologi Pengungkapan Kasus
Pengungkapan kasus ini dilakukan oleh jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur di wilayah Jawa Timur. Penyelidikan bermula dari pengembangan perkara narkotika yang sebelumnya telah menjerat salah satu tersangka dalam kasus peredaran sabu.
Dari hasil pemeriksaan mendalam, penyidik menemukan indikasi adanya transaksi keuangan mencurigakan yang tidak sebanding dengan profil pekerjaan tersangka. Dana dalam jumlah besar mengalir ke sejumlah rekening dan kemudian dibelanjakan dalam bentuk aset tetap.
Setelah melakukan penelusuran rekening dan pemeriksaan saksi-saksi, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka TPPU. Keduanya diduga berperan aktif dalam mengatur pembelian dan pengalihan aset dari hasil kejahatan narkotika.
Aset Senilai Rp 2,7 Miliar Disita
Dalam proses penyidikan, aparat berhasil menyita sejumlah aset yang diduga berasal dari hasil tindak pidana narkotika. Total nilai aset yang diamankan mencapai Rp 2,7 miliar. Aset tersebut terdiri dari kendaraan bermotor, perhiasan, serta properti berupa rumah dan tanah.
Beberapa kendaraan yang disita diketahui dibeli secara tunai untuk menghindari jejak kredit perbankan. Selain itu, sebagian dana juga digunakan untuk membeli properti atas nama pihak lain guna menyamarkan kepemilikan sebenarnya.
Penyidik menegaskan bahwa penyitaan dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan aset negara sekaligus memutus mata rantai pendanaan jaringan narkotika. Seluruh aset kini berada dalam pengawasan aparat untuk proses hukum lebih lanjut.
Baca Juga: Empat Pemuda Ditangkap di Surabaya Usai Hendak Perang Sarung, Polisi Amankan Sajam Dan Petasan
Modus Pencucian Uang Yang Terungkap
Dari hasil penyidikan sementara, kedua tersangka menggunakan sejumlah modus untuk menyamarkan hasil kejahatan. Salah satunya dengan memecah transaksi dalam nominal kecil agar tidak terdeteksi sebagai transaksi mencurigakan oleh sistem perbankan.
Selain itu, dana hasil penjualan narkotika diputar melalui usaha kecil yang tampak legal. Dengan cara ini, keuntungan dari bisnis haram seolah-olah berasal dari aktivitas usaha yang sah.
Modus lain yang terungkap adalah penggunaan rekening milik kerabat untuk menampung dana sementara sebelum akhirnya dibelanjakan dalam bentuk aset bernilai tinggi. Praktik ini umum dilakukan dalam kasus TPPU guna mempersulit pelacakan aliran dana oleh aparat penegak hukum.
Ancaman Hukuman dan Proses Hukum
Kedua tersangka kini dijerat dengan pasal berlapis terkait tindak pidana narkotika dan pencucian uang. Mereka terancam hukuman penjara dalam jangka waktu panjang serta denda miliaran rupiah sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan kasus TPPU menjadi prioritas karena menyasar keuntungan finansial pelaku. Dengan menyita dan merampas aset, diharapkan jaringan kejahatan kehilangan sumber pendanaan untuk melanjutkan operasinya.
Proses hukum masih terus berjalan, termasuk kemungkinan pengembangan terhadap pihak lain yang diduga turut terlibat dalam pengelolaan aset. Aparat juga membuka peluang untuk menelusuri aset tambahan apabila ditemukan bukti baru.
Komitmen Pemberantasan Narkotika dan TPPU
Pengungkapan kasus ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menindak tidak hanya pelaku peredaran narkoba, tetapi juga aliran dana yang menjadi tulang punggung jaringan tersebut. Pendekatan penegakan hukum kini tidak lagi sebatas pada penangkapan pengedar, melainkan juga pembekuan aset hasil kejahatan.
Langkah ini dinilai efektif dalam memberikan efek jera, karena pelaku tidak hanya kehilangan kebebasan tetapi juga seluruh keuntungan yang diperoleh secara ilegal. Upaya ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi pelaku kejahatan serupa di wilayah Jawa Timur.
Masyarakat pun diimbau untuk turut berperan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Kolaborasi antara aparat dan warga menjadi kunci dalam memerangi peredaran narkotika dan praktik pencucian uang yang merugikan negara.
Ikuti selalu informasi menarik dari kami setiap hari, dijamin terupdate dan terpercaya, hanya di Info Kejadian Surabaya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari beritajatim.com
- Gambar Kedua dari Metro TV