Seorang bocah empat tahun di Surabaya mengalami kekerasan tragis yang diduga dilakukan paman dan bibinya sendiri.
Kasus kekerasan menggegerkan terjadi di Surabaya, menimpa bocah empat tahun, AQ alias KR. Diduga kekerasan berlangsung sejak November 2025, dilakukan paman dan bibi, UF (30) dan SA (23), di kamar kos mereka di Jalan Bangkingan III, Lakarsantri. Kasus ini menyoroti kerentanan anak-anak terhadap kekerasan dalam lingkungan terdekat.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Surabaya.
Awal Mula Dugaan Kekerasan Dan Lokasi Kejadian
Kekerasan terhadap AQ alias KR diduga dimulai sejak November 2025. Selama periode tersebut, korban tinggal bersama paman dan bibinya di kamar kos yang berlokasi di Jalan Bangkingan III RT 03 RW 01, Kelurahan Bangkingan, Lakarsantri. Lingkungan kos yang seharusnya menjadi tempat aman justru menjadi saksi bisu tindakan keji ini.
Kompol Melatisari, Kasat PPA dan PPO Polrestabes Surabaya, mengonfirmasi bahwa dugaan kekerasan ini telah terjadi selama beberapa bulan. “Dugaan kekekerasan sejak November 2025. Korban tinggal di kos itu bertiga (dengan paman dan bibi),” ujarnya pada Minggu (15/2). Pernyataan ini memperkuat indikasi bahwa korban telah menderita dalam waktu yang cukup lama.
Modus kekerasan yang dilakukan diduga melibatkan pemukulan dengan tangan kosong. Bagian tubuh korban yang menjadi sasaran meliputi wajah, tangan, dan juga penjambakan rambut. Tindakan-tindakan ini menunjukkan pola kekerasan fisik yang sistematis dan berulang terhadap anak.
Latar Belakang Keluarga Korban Dan Keterlibatan Orang Tua
Melatisari juga menjelaskan bahwa orang tua korban, meskipun masih hidup, telah bercerai. Ayah korban, DP, diketahui berdomisili di Gubeng Klingsingan dan bekerja di Gresik. Sementara itu, ibu korban, NH (25), tinggal di Petemon Sawahan.
Status perceraian orang tua korban menjadi salah satu faktor mengapa AQ alias KR tinggal bersama paman dan bibinya. Situasi ini seringkali menempatkan anak pada posisi rentan jika pengasuh pengganti tidak menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.
Informasi mengenai keberadaan orang tua korban penting untuk memahami dinamika keluarga. Meskipun orang tua terpisah, tanggung jawab terhadap keselamatan anak tetap melekat. Kasus ini menekankan pentingnya pengawasan dan komunikasi antaranggota keluarga besar.
Baca Juga: Tragedi Anak di Surabaya, Pelaku Kekerasan Balita Ditangkap Aparat
Kesaksian Tetangga Dan Puncak Kekerasan
Istiqomah, salah satu tetangga kos, memberikan kesaksian mengejutkan. Ia mengungkapkan bahwa pada November 2025, korban KR pernah dijatuhkan dari pagar rumah kos oleh pamannya. “Anaknya diangkat ke pagar, pegangan di pagar (tembok) terus tangannya dilepaskan akhirnya jatuh ke situ (lahan kosong),” terangnya.
Yang lebih memprihatinkan, setelah terjatuh, bukannya ditolong, korban malah ditinggal begitu saja oleh paman dan bibinya. Korban kemudian ditemukan dan ditolong oleh warga sekitar yang merasa heran melihat anak kecil di lahan kosong pada malam hari.
Saat ditanyai warga mengapa bermain di lahan kosong saat sudah malam, korban memberikan jawaban yang memilukan. “Dia bilang aku nggak main, aku dibuang sama ayah (paman),” kata Istiqomah, menunjukkan bahwa korban menganggap tindakan tersebut sebagai pembuangan.
Kondisi Korban Dan Peran Warga Sekitar
Istiqomah menambahkan bahwa belakangan ini, korban sering terlihat di dalam kamar kos dan jarang keluar. Perubahan perilaku ini mungkin menjadi indikasi awal adanya sesuatu yang tidak beres dalam rumah tangga tersebut.
Selama dua bulan terakhir, warga sering mendengar tangisan korban di malam hari. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa korban mendapatkan tindakan kekerasan di dalam kamar kos oleh paman dan bibinya secara berulang. Tangisan malam hari bisa menjadi sinyal kuat adanya penderitaan.
Peran aktif tetangga dan warga sekitar dalam kasus ini sangat krusial. Mereka tidak hanya memberikan pertolongan pertama kepada korban tetapi juga menjadi saksi kunci yang mengungkap dugaan kekerasan ini kepada pihak berwajib. Kepekaan sosial sangat dibutuhkan untuk melindungi anak-anak.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Surabaya kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Surabaya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari radarsurabaya.jawapos.com
- Gambar Kedua dari asatunews.co.id