Empat pemuda di Surabaya ditangkap polisi saat hendak perang sarung, ditemukan membawa senjata tajam dan petasan.
Empat pemuda diamankan personel Polres Pelabuhan Tanjung Perak saat hendak melakukan perang sarung di Jalan Slompretan, Surabaya, Jumat (20/2) siang. Aksi digagalkan sebelum dimulai berkat patroli rutin petugas. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam dan kembang api yang dibawa pelaku.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Surabaya.
Penangkapan Empat Pemuda di Lokasi Tawuran
Polres Pelabuhan Tanjung Perak melalui Unit Patroli Perintis Sat Samapta menjaga keamanan ketertiban masyarakat dengan rutin berpatroli di berbagai titik rawan gangguan. Pada Jumat siang, patroli ini menemukan empat pemuda yang diduga hendak terlibat perang sarung di Jalan Slompretan, Surabaya.
Keempat pemuda kemudian langsung diamankan dan dibawa ke markas polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka masing-masing berinisial JA (20 tahun), BSH (21), AZ (13), serta MKN (16), dan merupakan warga Surabaya. Petugas masih meminta keterangan terkait rencana aksi mereka sebelum diamankan.
Kasihumas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menyatakan bahwa penangkapan dilakukan berdasarkan temuan anggota yang sedang melaksanakan patroli rutin untuk mencegah aksi tawuran atau gangguan kamtibmas di tengah masyarakat.
Barang Bukti Yang Diamankan Polisi
Selain mengamankan keempat pemuda, polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Bukti ini menjadi dasar awal penyelidikan lanjutan atas dugaan rencana perang sarung tersebut.
Barang bukti yang diamankan antara lain sebuah senjata tajam (sajam), dua buah sarung yang kemungkinan akan digunakan sebagai alat dalam perang sarung, serta satu unit kembang api yang diduga akan membuat suasana lebih berbahaya.
Saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari para pelaku dan mengidentifikasi kemungkinan adanya pelanggaran pidana lebih lanjut. Penyidik terus melakukan pendalaman terkait maksud dan tujuan mereka berkumpul serta membawa barang-barang berbahaya itu.
Baca Juga: Ramadan Meriah! Warga Surabaya Serbu Karang Menjangan Berburu Takjil
Potensi Dampak Terhadap Keamanan Lingkungan
Aksi perang sarung kerap kali terjadi di sejumlah wilayah dan menjelang waktu sahur selama bulan Ramadan, sehingga pemerintah dan aparat kepolisian kerap meningkatkan pengawasan. Tawuran dengan sarung yang diisi benda keras dapat berujung pada luka serius dan gangguan keamanan masyarakat.
Fenomena ini bahkan telah memicu respons dari berbagai pihak di Surabaya, termasuk desakan agar aparat dan pemerintah kota menindak tegas aksi serupa yang berpotensi berubah menjadi kriminalitas. Perang sarung semestinya menjadi bagian tradisi yang aman, namun dalam praktiknya kadang mengandung unsur kekerasan.
Upaya pencegahan terus dilakukan dengan patroli intensif petugas, terutama saat waktu rawan di malam hingga dini hari. Pihak kepolisian berharap langkah ini dapat membuat masyarakat merasa aman terutama selama Ramadan dan mencegah keluhan warga akibat tawuran remaja.
Imbauan Dan Langkah Kepolisian
Kepolisian menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Warga diminta melaporkan bila melihat kegiatan mencurigakan atau berkumpulnya remaja yang berpotensi menimbulkan tawuran atau keributan lain.
Orang tua juga diimbau untuk aktif mengawasi kegiatan anak-anak di malam hari, terutama pada jam menjelang sahur Ramadan, agar tidak menjadi pelaku atau korban dari tawuran atau kenakalan remaja.
Intensifikasi patroli oleh aparat bertujuan tidak hanya mencegah tawuran, tetapi secara keseluruhan menjaga keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sehingga warga dapat menjalankan aktivitas harian dan ibadah dengan tenang dan aman.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Surabaya kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Surabaya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari radarsurabaya.jawapos.com
- Gambar Kedua dari jatim.jpnn.com