Wabah polio kembali mengancam, membuat Pemkot Surabaya bergerak cepat dengan bagikan imunisasi gratis bagi anak usia 0–5 tahun.
Langkah ini tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Eri Cahyadi tentang kewaspadaan dini terhadap penyebaran virus Polio VDPV2. Pemkot mengimbau masyarakat untuk aktif memeriksa status imunisasi anak, melapor jika ada gejala lumpuh mendadak, dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) demi mencegah penyebaran virus berbahaya ini. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Surabaya.
Ancaman Serius: Polio Kembali Mengintai Anak-Anak
Polio bukan penyakit baru, namun dampaknya bisa sangat fatal, terutama pada anak-anak. Virus ini menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan permanen dalam hitungan jam. Walaupun Indonesia pernah dinyatakan bebas polio pada 2014, kemunculan kembali varian VDPV2 menjadi sinyal bahaya. Anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap menjadi kelompok paling rentan.
Eri Cahyadi menekankan pentingnya perhatian semua pihak terhadap wabah ini. “Kami mengimbau agar seluruh pemangku wilayah, pimpinan institusi pemerintah maupun swasta beserta warga Kota Surabaya untuk ikut berpartisipasi dalam meminimalkan risiko penularan polio secara terpadu dan komprehensif,” ungkapnya, Minggu (22/6/2025).
Imunisasi Gratis untuk Anak Usia 0–5 Tahun
Pemkot Surabaya mengambil langkah konkrit dengan menyediakan imunisasi polio gratis di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes), terutama puskesmas. Target utama adalah anak usia 0–5 tahun, kelompok paling rawan terhadap serangan virus ini. Mereka diwajibkan untuk menerima imunisasi lengkap berupa empat dosis vaksin tetes (bOPV) dan dua dosis vaksin suntik (IPV).
Eri menyatakan bahwa ketersediaan vaksin bukanlah masalah. “Jenis imunisasi polio itu sudah tersedia secara gratis di seluruh Fasyankes, terutama di puskesmas,” katanya. Ia juga meminta kerja sama orang tua agar aktif memeriksa status imunisasi anak-anak mereka dan segera melengkapinya bila ada yang tertinggal.
Baca Juga: Pesawat Saudi Airlines Angkut Jemaah Haji Tujuan Surabaya Diteror Bom Lagi
Pelaporan Cepat dan Perilaku Hidup Sehat Jadi Kunci
Selain imunisasi, deteksi dini terhadap kasus polio juga menjadi fokus utama. Pemkot meminta masyarakat segera melapor ke puskesmas atau Dinas Kesehatan jika menemukan anak di bawah usia 15 tahun yang menunjukkan gejala lumpuh layuh mendadak, terutama pada bagian kaki. Deteksi cepat memungkinkan isolasi virus lebih awal dan mencegah penyebaran lebih luas.
Tak kalah penting, Eri juga mengajak masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan tidak buang air besar sembarangan. Semua itu merupakan pertahanan alami pertama dalam melawan berbagai penyakit menular, termasuk polio.
Tangkal Hoaks, Dukung Informasi Kesehatan Resmi
Di tengah kekhawatiran akan wabah, beredar pula berbagai informasi menyesatkan mengenai vaksinasi yang bisa memicu ketakutan masyarakat. Eri meminta warga Surabaya untuk tidak mudah percaya pada berita yang belum terverifikasi. “Kami ajak masyarakat untuk mengakses informasi kesehatan dari sumber resmi, seperti situs web WHO atau Kemenkes RI,” tegasnya.
Pemerintah juga berencana menggandeng tokoh masyarakat dan media lokal untuk mengedukasi warga mengenai pentingnya imunisasi dan bahaya virus polio. Edukasi dan literasi digital dinilai penting dalam menghadapi era banjir informasi yang tidak semuanya akurat.
Partisipasi Kolektif Kunci Bebas Polio di Surabaya
Kunci sukses dalam mencegah penyebaran polio bukan hanya terletak pada pemerintah, tetapi pada partisipasi kolektif seluruh masyarakat. Setiap orang memiliki peran: orang tua memastikan imunisasi anaknya lengkap, warga aktif melapor jika ada gejala mencurigakan, dan semua orang menjaga kebersihan lingkungan.
Upaya Pemkot Surabaya menunjukkan bahwa dengan kebijakan cepat, kolaborasi lintas sektor, dan kesadaran masyarakat, wabah sebesar apapun bisa ditekan. Yang terpenting, kita tidak boleh lengah terhadap penyakit yang pernah kita anggap telah tiada.
Kesimpulan
Pemkot Surabaya Bagikan Imunisasi Gratis telah menunjukkan komitmennya, deteksi dini, dan kampanye hidup bersih. Kini, saatnya masyarakat berperan aktif, memastikan anak-anak terlindungi sepenuhnya, dan tidak memberikan celah sedikit pun bagi virus untuk menyebar. Surabaya bisa bebas polio lagi asal semua bergerak bersama. Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap hanya di Info Kejadian Surabaya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari radarsurabaya.jawapos.com
- Gambar Kedua dari www.jawapos.com