Polrestabes Surabaya menangkap paman dan bibi kejam yang tega menyiksa balita di Jalan Bangkingan, Lakarsantri korban BRN dianiaya selama dua bulan.
Evakuasi korban dilakukan warga dan polisi setelah terdengar teriakan minta tolong. Pelaku, Fahrul Agusti (30) dan Sellyna Adika Wahyuni (26), kini diamankan. Kasus ini menyoroti kekejaman dalam rumah tangga dan upaya aparat menegakkan hukum perlindungan anak secara tegas.
Berikut ini Adalah kumpulan informasi terbaru dan paling menarik dari Info Kejadian Surabaya.
Tragedi Balita Surabaya, Disiksa Paman dan Bibi
Seorang balita berinisial BRN di Surabaya menjadi korban penyiksaan yang dilakukan oleh paman dan bibinya sendiri. Pelaku, pasangan suami istri, yaitu Fahrul Agusti (30) asal Lamongan dan Sellyna Adika Wahyuni (26), diduga telah menyiksa korban selama dua bulan.
Menurut Kasat PPA dan TPPO Polrestabes Surabaya, AKBP Melati, pengakuan tersangka menyebutkan bahwa mereka melakukan penyiksaan karena menganggap anak tersebut nakal dan sulit diatur. Namun, pihak kepolisian masih mendalami lebih lanjut kasus ini untuk mengetahui pemicu sebenarnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat karena menyoroti perlindungan anak di lingkungan rumah tangga. Kejadian ini juga memicu diskusi terkait pengawasan keluarga terhadap balita, terutama bagi anak yang tinggal bersama kerabat selain orang tua biologisnya.
Penyelamatan Balita dan Upaya Pelaku Kabur
Peristiwa ini terungkap pada Senin, 9 Februari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. BRN berteriak minta tolong dari kamar kosnya di Jalan Bangkingan, Lakarsantri. Tetangga, Islaha, mendengar suara balita memanggilnya berkali-kali dari balik pintu. Saat datang menolong, dia mendapati anak tersebut terkunci rapat di dalam kamar dan kelaparan.
Islaha bersama warga dan pengurus RT segera meminta bantuan kepolisian. Petugas mengevakuasi BRN dengan cara merusak kawat teralis jendela, menyelamatkannya dari kondisi mengkhawatirkan. Saat dievakuasi, korban mengalami luka di wajah dan kepala, dagunya berdarah, dan rambutnya terlihat botak di beberapa bagian.
Usai kejadian, Sellyna, bibi korban, sempat mencari BRN sepulang bekerja. Namun, ketika diberi tahu bahwa balita sudah dibawa ke Polrestabes, pelaku mengumpat warga dan berusaha kabur bersama suaminya. Upaya melarikan diri ini gagal karena polisi berhasil menangkap keduanya sebelum mereka sempat menghilang.
Baca Juga: Imlek 2026 Surabaya, Keamanan Terjamin Berkat Pengamanan Berlapis Polisi
Kronologi Penyiksaan dan Kondisi Korban
BRN diduga mengalami penyiksaan selama dua bulan di kamar kos. Menurut tetangga, korban sering ditinggal sendirian sementara paman dan bibinya bekerja. Pintu kamar sengaja dikunci dari luar, sehingga anak tidak bisa keluar atau meminta pertolongan. Selain kelaparan, korban juga sering mengalami kekerasan fisik, termasuk dilempar dari pagar setinggi dua meter.
Petugas kepolisian menyatakan bahwa kondisi fisik balita saat ditemukan sangat memprihatinkan. Luka-luka di wajah dan kepala, serta rambut yang botak sebagian, menjadi bukti penyiksaan yang berlangsung lama. Korban kini berada di bawah pengawasan pihak berwenang untuk mendapatkan perawatan medis dan psikologis.
Kasus ini menegaskan perlunya kesadaran masyarakat dan lingkungan sekitar dalam melindungi anak-anak dari kekerasan domestik. Warga diminta proaktif melaporkan indikasi penyiksaan agar korban segera mendapatkan pertolongan.
Proses Hukum dan Pelajaran Bagi Masyarakat
Pihak kepolisian kini menindaklanjuti kasus penyiksaan BRN dengan menahan kedua pelaku. Fahrul Agusti dan Sellyna Adika Wahyuni dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana sesuai UU Nomor 35 Tahun 2014. Polisi juga melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan tidak ada korban lain yang menjadi sasaran.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi keluarga dan masyarakat luas untuk selalu memperhatikan hak anak dan memberikan lingkungan aman bagi pertumbuhan mereka. Pihak kepolisian, RT, dan warga diimbau meningkatkan pengawasan agar kasus serupa tidak terulang.
Ikuti selalu informasi menarik dari kami setiap hari, dijamin terupdate dan terpercaya, hanya di Info Kejadian Surabaya sekarang juga.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com