Masyarakat pesisir Surabaya tengah menghadapi kegelisahan akibat pembangunan proyek Sekat Waktu Lintas (SWL) yang dinilai berpotensi memicu.

Kekhawatiran ini muncul karena proyek Sekat Waktu Lintas (SWL) yang berimplikasi langsung pada sistem aliran air di wilayah pesisir, yang selama ini rentan terdampak cuaca ekstrem dan pasang air laut. Berikut ini ulasan lengkap mengenai keresahan warga, dampak proyek SWL, dan respons dari pihak terkait.
Artikel Info Kejadian Surabaya ini mengupas secara mendalam soal keresahan masyarakat adanya pembangunan proyek Sekat Waktu Lintas (SWL).
Keresahan Masyarakat Pesisir Surabaya
Masyarakat pesisir Surabaya merasa resah dengan kelanjutan proyek SWL yang masih berlangsung. Mereka khawatir aktivitas konstruksi akan mengganggu sistem aliran air laut dan sungai, sehingga berpotensi menimbulkan banjir yang lebih parah. Keluhan ini paling banyak muncul dari warga yang tinggal di kawasan rawan banjir.
Warga juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap minimnya sosialisasi dan transparansi dari pihak pelaksana proyek. Mereka berharap pemerintah segera memberikan penjelasan dan solusi agar dampak negatif bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari dapat diminimalisir. Keresahan ini semakin memuncak menjelang musim hujan.
Selain itu, masyarakat juga mengkhawatirkan aspek lingkungan yang mungkin terganggu akibat pembangunan yang tidak ramah lingkungan. Mereka takut adanya perubahan aliran air dan sedimentasi bisa berdampak buruk pada ekosistem pesisir dan mata pencaharian warga yang bergantung pada tambak dan nelayan.
Dampak Proyek SWL Terhadap Lingkungan Pesisir
Proyek SWL bertujuan untuk meningkatkan pengendalian air di wilayah pesisir Surabaya namun menimbulkan kekhawatiran akan efek samping. Salah satu dampak yang paling diperhatikan adalah perubahan pola aliran air dan kemungkinan terjadinya penyumbatan yang memicu banjir. Hal ini harus mendapat perhatian serius agar tidak menimbulkan bencana.
Penggunaan bahan bangunan dan cara pengerjaan proyek juga turut menjadi sorotan. Apabila tidak dikelola dengan benar, proyek ini bisa menyebabkan kerusakan pada ekosistem pesisir, seperti hancurnya kawasan mangrove dan kerusakan habitat alami. Warga berharap ada tindakan konservasi yang menyertai pembangunan ini.
Sementara itu, sedimentasi yang terjadi akibat proyek bisa mempercepat pendangkalan sungai dan saluran air di pesisir. Kondisi tersebut berisiko menurunkan kemampuan saluran dalam mengalirkan air hujan, sehingga potensi banjir akan semakin besar terutama saat curah hujan tinggi dan pasang laut maksimum.
Baca Juga: Surabaya Siap Pemekaran Dapil, Jumlah Kursi DPRD Berpotensi Naik Jadi 55 di Pemilu 2029
Respons Pemerintah Dan Pelaksana Proyek

Pemerintah dan pihak pelaksana proyek SWL telah memberikan beberapa penjelasan merespons kekhawatiran masyarakat. Mereka menyatakan bahwa pembangunan dilakukan dengan memperhatikan kajian teknis dan lingkungan yang komprehensif. Monitoring rutin juga dijalankan untuk memastikan proyek tidak menimbulkan dampak negatif yang besar.
Dinas terkait juga berjanji akan meningkatkan komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat pesisir. Upaya ini diharapkan mampu menghilangkan kekhawatiran dan meningkatkan keterlibatan warga dalam pengawasan proyek. Pendekatan partisipatif dianggap penting demi kelancaran dan keberhasilan SWL.
Selain itu, pemerintah akan mengoptimalkan pengelolaan dan perbaikan infrastruktur pendukung seperti pintu air dan saluran drainase untuk mengantisipasi potensi banjir. Dukungan teknis dan pendanaan tambahan menjadi fokus agar proyek dapat selesai tepat waktu tanpa mengorbankan keamanan dan lingkungan.
Harapan Masyarakat Dan Upaya Ke Depan
Masyarakat pesisir Surabaya berharap agar proyek SWL benar-benar memberi manfaat tanpa menimbulkan masalah baru. Mereka meminta pengawasan lebih ketat serta keterlibatan aktif warga dalam pemantauan dampak proyek di lapangan. Transparansi menjadi kunci agar kepercayaan masyarakat tidak pudar.
Selain itu, warga meminta pemerintah untuk mengedepankan proses pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Melibatkan pakar ekologi dan sosial diyakini mampu menghasilkan solusi yang lebih baik dan mengurangi risiko bencana alam yang dapat merugikan banyak pihak di masa depan.
Masyarakat juga berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh dan siap mengambil langkah-langkah perbaikan jika ditemukan potensi kerusakan atau ancaman banjir. Sinergi antara pemerintah, pelaksana proyek, dan warga sangat diperlukan agar pembangunan pesisir dapat berjalan harmonis dan aman bagi semua pihak.
Simak berita update lainnya tentang Surabaya dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Surabaya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jatim.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari surabaya.go.id