Posted in

Pemkot Surabaya Tegaskan Imunisasi Anak Usia Dini Untuk Lawan Virus Polio

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah serius untuk menggalakkan imunisasi polio sebagai upaya pencegahan penyebaran virus.

Pemkot-Surabaya-Tegaskan-Imunisasi-Anak-Usia-Dini-Untuk-Lawan-Virus-Polio

Program imunisasi ini difokuskan pada anak usia 0-5 tahun sebagai kelompok rentan yang harus mendapatkan perlindungan maksimal. Info Kejadian Surabaya akan memberikan ulasan mengenai Pemkot Surabaya yang tegaskan imunisasi anak usia dini untuk lawan Virus Polio.

Surat Edaran Wali Kota Surabaya Sebagai Tindakan Kewaspadaan

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.7.1/12085/436.7.2/2025 tentang Kewaspadaan Dini dan Kesiapsiagaan Menghadapi Risiko Penyebaran Virus Polio VDPV2-n di Kota Surabaya. SE ini menjadi dasar bagi seluruh pemangku kepentingan di Surabaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah antisipasi secara terpadu.

Surat edaran tersebut juga mengimbau pimpinan institusi pemerintah, swasta, serta warga untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan dan meminimalkan risiko penularan virus polio.

Pentingnya Imunisasi Polio Lengkap Bagi Anak Usia 0-5 Tahun

Wali Kota Eri menegaskan bahwa imunisasi polio lengkap sangat penting untuk anak-anak usia 0-5 tahun. Imunisasi ini terdiri dari empat dosis vaksin tetes (bOPV) dan dua dosis vaksin suntik (IPV). Tersedia secara gratis di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di Surabaya, terutama di puskesmas.

Orang tua dan wali diimbau aktif memeriksa status imunisasi anak dan segera membawa anak yang belum lengkap imunisasinya ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi kejar.

Deteksi Dini dan Pelaporan Kasus Gejala Polio

Selain imunisasi, Pemkot Surabaya juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan ke puskesmas atau Dinas Kesehatan. Apabila menemukan anak berusia di bawah 15 tahun yang mengalami gejala kelumpuhan mendadak, terutama pada bagian kaki. Deteksi dini ini sangat penting untuk mencegah penyebaran virus polio secara luas.

Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti cuci tangan pakai sabun, penggunaan jamban sehat. Masyarakat juga diminta menjaga sanitasi lingkungan juga menjadi bagian dari upaya pencegahan.

Baca Juga: Kejari Tanjung Perak Tetapkan 2 Tersangka Korupsi PT Perikanan Indonesia Surabaya

Imunisasi Massal dan Edukasi Masyarakat

Imunisasi-Massal-dan-Edukasi-Masyarakat

Pemkot Surabaya menggelar imunisasi polio massal serentak di berbagai tempat seperti balai RW, sekolah PAUD-TK, puskesmas, dan posyandu. Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina, optimis program imunisasi dapat tuntas dalam satu hari dengan dukungan penuh dari camat, lurah, kader kesehatan, dan mahasiswa jurusan kesehatan.

Edukasi dan penyebaran informasi akurat tentang penyakit polio dan pentingnya imunisasi juga digalakkan melalui media sosial, poster, dan leaflet agar masyarakat semakin sadar dan peduli.

Peran Semua Pihak Dalam Mendukung Program Imunisasi

Wali Kota Eri mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan warga untuk bersinergi dalam mensukseskan program imunisasi polio. Kedisiplinan dan partisipasi aktif menjadi kunci keberhasilan pencegahan penyakit ini.

Pemerintah juga menyiapkan tim khusus yang bergerak secara simultan ke sekolah-sekolah dan balai RW untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi.

Harapan dan Target Pemkot Surabaya

Pemkot Surabaya menargetkan imunisasi polio dapat diberikan kepada sekitar 200.000 anak usia 0-5 tahun di kota ini. Dengan imunisasi lengkap, diharapkan Surabaya dapat menjaga status bebas polio. Hal ini guna melindungi generasi muda dari ancaman penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen.

Langkah cepat dan terkoordinasi ini juga menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengantisipasi potensi wabah polio di Indonesia.

Kesimpulan

Pemkot Surabaya dengan tegas menggalakkan imunisasi polio lengkap bagi anak usia dini sebagai upaya utama melawan potensi penyebaran virus polio varian VDPV2-n. Melalui Surat Edaran Wali Kota, seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat diajak berpartisipasi aktif dalam program imunisasi massal.

Selain imunisasi, deteksi dini dan penerapan perilaku hidup bersih juga menjadi bagian penting dalam pencegahan. Dengan target imunisasi bagi 200.000 anak, Surabaya berkomitmen menjaga kesehatan generasi muda dan mencegah wabah polio secara efektif.

Untuk informasi terkini dan lengkap mengenai berbagai kejadian penting di Surabaya, termasuk insiden keamanan dan bencana alam, kalian bisa kunjungi Info Kejadian Surabaya sekarang juga.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari sapanusa.id
  2. Gambar Kedua dari bangunharjo.bantulkab.go.id