Pemkot Surabaya memperkuat standar higiene Program Makan Bergizi Gratis agar aman, tertib, dan tepat sasaran bagi masyarakat.
Pemerintah Kota Surabaya terus memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan dengan standar higiene tinggi. Komitmen ini bertujuan agar program, yang telah menjangkau ribuan penerima manfaat, terselenggara aman, tertib, dan tepat sasaran. Langkah ini penting untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan bagi masyarakat.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Surabaya.
Penguatan Higiene Dan Keamanan Pangan
Ketua Satgas Pelaksana MBG Kota Surabaya, Lilik Arijanto, Sekretaris Daerah Surabaya, menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi. Proses ini krusial untuk menjaga keberlangsungan program, terutama terkait keamanan pangan dan higiene. Koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi bagian penting dari upaya pengawasan.
Penguatan tata kelola program ini memastikan semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Surabaya memenuhi standar operasional yang ketat. Kepatuhan terhadap ketentuan higiene sanitasi menjadi prioritas utama demi menjamin kesehatan penerima manfaat.
Inisiatif ini mencerminkan komitmen Pemkot Surabaya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan demikian, manfaat program MBG dapat dirasakan secara optimal tanpa mengesampingkan faktor kesehatan dan keamanan.
Jangkauan Dan Progres SPPG di Surabaya
Program MBG di Surabaya saat ini telah menjangkau 207.355 penerima manfaat, menunjukkan skala dan dampak positifnya yang luas. Data terbaru per 18 Februari 2026 mencatat adanya 87 SPPG di seluruh Kota Surabaya.
Dari jumlah tersebut, 67 SPPG telah beroperasi penuh dan melayani masyarakat. Sementara itu, SPPG sisanya masih dalam tahap persiapan atau penyesuaian administrasi dan teknis. Ini menunjukkan proses adaptasi dan perluasan yang berkelanjutan.
Sebanyak 36 SPPG telah berhasil mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Pemkot Surabaya terus mendorong SPPG lainnya untuk segera melengkapi sertifikasi ini sebagai bagian dari komitmen menjaga mutu layanan gizi.
Baca Juga: Dari Sabu ke Properti Mewah, Dua Tersangka TPPU Raup Aset Rp 2,7 Miliar
Komitmen Sertifikasi Dan Peningkatan Kualitas
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Surabaya telah menerbitkan surat imbauan kepada yayasan dan mitra pengelola SPPG yang belum memiliki SLHS. Imbauan ini bertujuan agar mereka segera mengurus sertifikasi yang diperlukan.
Langkah percepatan pemenuhan persyaratan administrasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi di seluruh titik layanan. Ini merupakan upaya konkret untuk memastikan standar tertinggi dalam setiap aspek program.
Sinergitas lintas sektor akan terus diperkuat, tidak hanya dalam aspek perizinan, tetapi juga terkait kesiapan tenaga kerja, keamanan pangan, hingga pemetaan sasaran penerima manfaat. Ini mencerminkan pendekatan holistik Pemkot Surabaya.
Sinergitas Lintas Sektor Untuk Keberhasilan Program
Pemkot Surabaya memahami bahwa keberhasilan program MBG membutuhkan sinergitas kuat dari berbagai pihak. Koordinasi tidak hanya terbatas pada perizinan, tetapi juga melibatkan kesiapan sumber daya manusia yang terlibat.
Aspek keamanan pangan menjadi fokus utama dalam setiap tahapan program, dari persiapan hingga distribusi. Pemetaan sasaran penerima manfaat juga terus dioptimalkan agar bantuan dapat diberikan kepada mereka yang paling membutuhkan.
Dengan demikian, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya sekadar penyaluran makanan, tetapi juga merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan dan kesehatan warganya. Inilah wujud nyata pelayanan publik yang berkualitas.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Surabaya kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Surabaya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari jatim.pikiran-rakyat.com