Suasana Ramadan di Surabaya makin meriah! Ratusan warga memadati kawasan Karang Menjangan untuk berburu takjil aneka rupab mulai gorengan.
Tradisi ini tak hanya jadi ajang kuliner, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga. Ramainya pembeli memberi berkah bagi pedagang lokal, sekaligus menciptakan momen kebersamaan yang hangat di tengah hiruk-pikuk pasar takjil Musiman yang penuh warna.
Berikut ini Adalah kumpulan informasi terbaru dan paling menarik dari Info Kejadian Surabaya.
Antusias Warga Padati Karang Menjangan Jelang Berbuka
Suasana sore di kawasan Karang Menjangan, Surabaya, berubah menjadi lautan manusia setiap kali Ramadan tiba. Ratusan warga tumpah ruah memadati sisi jalan demi berburu takjil aneka rupa. Aroma gorengan hangat, manisnya kolak, dan segarnya es buah bercampur di udara, menciptakan sensasi khas yang selalu dirindukan saat bulan puasa.
Tradisi berburu takjil ini seakan menjadi agenda wajib bagi masyarakat sekitar. Tak hanya warga lokal, pendatang dari berbagai sudut Kota Pahlawan juga rela datang lebih awal agar tak kehabisan jajanan favorit. Momen ini bukan sekadar membeli makanan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan menjelang waktu berbuka.
Kepadatan pengunjung sering kali membuat suasana terasa sesak. Meski harus berdesakan, senyum para pembeli tetap terlihat. Mereka sabar mengantre, sesekali bercanda dengan pedagang atau sesama pembeli. Semangat Ramadan terasa begitu kental di tengah hiruk-pikuk pasar takjil tersebut.
Ragam Takjil Menggoda Selera
Beragam pilihan takjil tersaji di sepanjang lapak pedagang. Mulai dari gorengan seperti bakwan, tahu isi, dan risol, hingga makanan manis seperti kolak pisang, bubur sumsum, dan aneka kue tradisional. Minuman segar seperti es cendol, es teler, dan jus buah juga menjadi buruan utama untuk melepas dahaga setelah seharian berpuasa.
Setiap pedagang memiliki ciri khas tersendiri. Ada yang menawarkan resep turun-temurun, ada pula yang berinovasi dengan tampilan dan rasa modern. Kombinasi jajanan tradisional dan kekinian membuat Karang Menjangan semakin diminati sebagai pusat takjil musiman yang lengkap dan variatif.
Harga yang relatif terjangkau juga menjadi daya tarik tersendiri. Dengan uang belasan hingga puluhan ribu rupiah, pembeli sudah bisa membawa pulang berbagai menu berbuka. Hal ini membuat semua kalangan, mulai dari pelajar hingga pekerja kantoran, bisa menikmati suasana dan sajian yang tersedia.
Baca Juga: Satpol PP Surabaya Perketat Patroli, Larang Petasan Selama Ramadan
Dampak Ekonomi Bagi Pedagang Lokal
Ramainya pemburu takjil membawa berkah tersendiri bagi pedagang. Banyak dari mereka mengaku omzet meningkat signifikan selama Ramadan. Bahkan, dalam sehari, pedagang bisa meraup keuntungan dua hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa.
Sebagian pedagang merupakan warga sekitar yang memanfaatkan momen Ramadan untuk menambah penghasilan. Ada ibu rumah tangga yang membuka lapak kecil di depan rumah, hingga pedagang musiman yang khusus berjualan selama bulan puasa. Kehadiran pasar takjil ini menjadi roda penggerak ekonomi mikro di kawasan tersebut.
Pemerintah setempat juga turut mengawasi agar aktivitas berjalan tertib dan aman. Pengaturan lalu lintas serta imbauan menjaga kebersihan terus disampaikan kepada pedagang dan pengunjung. Dengan begitu, kegiatan ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban umum.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski meriah, kepadatan pengunjung kerap menimbulkan tantangan, terutama soal parkir dan arus lalu lintas. Kendaraan yang berhenti sembarangan dapat menyebabkan kemacetan di jam-jam sibuk menjelang magrib. Aparat dan relawan setempat biasanya turun tangan membantu mengurai kepadatan.
Selain itu, kebersihan menjadi perhatian utama. Banyaknya pembeli berpotensi menimbulkan sampah jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, panitia dan pedagang diimbau menyediakan tempat sampah serta menjaga lingkungan tetap bersih setelah aktivitas selesai.
Ikuti selalu informasi menarik dari kami setiap hari, dijamin terupdate dan terpercaya, hanya di Info Kejadian Surabaya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com