Seorang pria Surabaya mengalami kerugian miliaran rupiah akibat penipuan cek kosong dalam bisnis material bangunan.
Modus pelaku meyakinkan korban dengan janji keuntungan besar dan jaminan cek, namun setelah transaksi uang raib, pelaku menghilang. Kasus ini tengah diselidiki kepolisian, menjadi peringatan bagi masyarakat dan pelaku bisnis untuk selalu verifikasi legalitas dan bukti keuangan sebelum melakukan transaksi besar.
Berikut ini Adalah kumpulan informasi terbaru dan paling menarik dari Info Kejadian Surabaya.
Bisnis Material Bermodus, Pria Surabaya Rugi Miliaran
Seorang pria asal Surabaya melaporkan dirinya menjadi korban penipuan miliaran rupiah oleh oknum yang mengaku menjalankan bisnis material bangunan. Korban mengaku ditipu dengan modus cek kosong yang diterimanya saat melakukan transaksi jual beli material. Kasus ini tengah ditangani pihak kepolisian setempat untuk mengungkap jaringan pelaku.
Korban, yang berinisial R, mengaku tertarik bekerja sama setelah dijanjikan keuntungan besar dari transaksi material bangunan. Namun, ketika R menyerahkan sejumlah uang kepada pelaku, cek yang dijanjikan sebagai jaminan ternyata kosong. “Awalnya saya percaya karena pelaku terlihat profesional dan memiliki jaringan,” ujar R.
Polisi menyatakan bahwa modus cek kosong ini sering digunakan pelaku penipuan dalam bisnis skala besar. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi legalitas bisnis dan rekening sebelum melakukan transaksi dalam jumlah besar.
Cek Kosong, Modus Penipuan Miliaran
Menurut keterangan korban, pelaku menggunakan cek kosong sebagai alat untuk meyakinkan korban bahwa dana telah tersedia. Setelah menerima uang dari korban, pelaku menghilang dan tidak bisa dihubungi kembali. Kasus ini menimbulkan kerugian miliaran rupiah bagi R.
Ahli hukum pidana menyebutkan bahwa penggunaan cek kosong termasuk tindak pidana penipuan dan pemalsuan dokumen. Pelaku dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman berat.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap transaksi yang menggunakan cek atau dokumen keuangan tanpa verifikasi. “Pastikan cek diverifikasi ke bank sebelum menyerahkan uang dalam jumlah besar,” jelas penyidik Polrestabes Surabaya.
Baca Juga: HEBOH! Kecelakaan Beruntun di Jalan Darmo Surabaya, Mobil Mewah Hancur Total!
Kronologi Transaksi dan Penipuan
Transaksi antara R dan pelaku bermula dari pertemuan di media sosial dan beberapa grup bisnis material. Pelaku menawarkan harga material bangunan lebih murah dibandingkan pasar, sehingga R tertarik dan menyetujui kerjasama.
Setelah beberapa kali transaksi kecil berjalan lancar, korban baru menyadari adanya indikasi penipuan ketika cek yang diterima ternyata kosong. R pun langsung mencoba menghubungi pelaku, namun nomor telepon sudah tidak aktif.
Korban kemudian melapor ke kepolisian dan memberikan bukti transfer serta dokumen yang diterima dari pelaku. Polisi segera melakukan penyelidikan, termasuk pelacakan rekening bank dan komunikasi digital untuk menemukan pelaku.
Waspada Penipuan Bisnis Material
Kasus ini menjadi peringatan bagi para pelaku bisnis material maupun masyarakat umum agar waspada terhadap penipuan. Pelaku penipuan sering memanfaatkan kepercayaan korban untuk memperoleh keuntungan besar secara ilegal.
Pakar ekonomi menyarankan agar setiap transaksi bisnis dilakukan dengan kontrak resmi, rekening tercatat, dan bukti legalitas usaha yang jelas. Hal ini menjadi langkah preventif untuk menghindari kerugian besar.
Pihak kepolisian menyatakan akan menindak tegas pelaku penipuan dan menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan lain. Masyarakat diminta segera melapor bila menemukan modus serupa agar penipuan tidak meluas.
Ikuti selalu informasi menarik dari kami setiap hari, dijamin terupdate dan terpercaya, hanya di Info Kejadian Surabaya sekarang juga.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari
- Gambar Kedua dari