Pemkot Surabaya berencana membangun fasilitas PSEL (Pengolahan Sampah Elektronik dan Limbah) baru dengan kapasitas hingga 1.000 ton sampah.
Proyek ini diharapkan mampu mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat di kota, sekaligus meningkatkan kebersihan dan kualitas lingkungan. Fasilitas modern ini juga akan mendukung pengelolaan limbah lebih efisien, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Berikut ini Adalah kumpulan informasi terbaru dan paling menarik dari Info Kejadian Surabaya.
Surabaya Siap Operasikan PSEL 1.000 Ton Sampah
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengumumkan rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) baru dengan kapasitas 1.000 ton sampah per hari. Proyek ini menjadi bagian dari upaya kota untuk menangani volume sampah yang terus meningkat sekaligus mendukung energi terbarukan.
Wali Kota Surabaya, Hendy Rahman, menekankan bahwa pembangunan fasilitas ini sejalan dengan program smart city dan keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, proyek ini tidak hanya menangani sampah, tetapi juga memberi nilai tambah berupa energi bersih.
Selain itu, Pemkot Surabaya menyatakan fasilitas ini akan dikelola dengan teknologi mutakhir yang ramah lingkungan. Sistem pengolahan sampah modern dipilih untuk meminimalkan emisi gas rumah kaca dan limbah residu. Masyarakat pun diimbau untuk mendukung program ini melalui pemilahan sampah sejak rumah tangga.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Kapasitas dan Manfaat Fasilitas PSEL Baru
Fasilitas PSEL yang dibangun akan mampu menampung hingga 1.000 ton sampah setiap hari. Dengan kapasitas sebesar ini, diharapkan volume sampah yang masuk ke TPA dapat berkurang signifikan, sehingga usia operasional TPA lebih panjang. Teknologi PSEL memungkinkan sampah organik dan anorganik diproses menjadi energi listrik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Ratna Dewi, menjelaskan bahwa energi listrik hasil pengolahan sampah akan dialirkan ke jaringan PLN lokal. Dengan cara ini, Pemkot Surabaya bisa memanfaatkan sampah sebagai sumber energi alternatif, sekaligus mendukung program nasional energi bersih dan berkelanjutan.
Selain energi, fasilitas ini juga menghasilkan residu berupa abu yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi atau pupuk. Hal ini menunjukkan bahwa program PSEL tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi dan mendukung pembangunan kota yang hijau.
Baca Juga: Jawa Timur Siaga Lebaran 2026, 115 Pos Pelayanan Lindungi Wisatawan
Strategi Pengelolaan Sampah Kota Surabaya
Pembangunan PSEL baru merupakan bagian dari strategi komprehensif Pemkot Surabaya dalam pengelolaan sampah. Selain fasilitas utama, pemerintah akan memperkuat program TPS 3R, bank sampah, dan edukasi masyarakat mengenai pemilahan sampah. Strategi ini diharapkan mendorong partisipasi warga dalam mengurangi sampah di sumbernya.
Hendy Rahman menegaskan, integrasi berbagai program pengelolaan sampah ini akan memperkuat kapasitas kota dalam menangani limbah. Dengan pendekatan menyeluruh, setiap elemen masyarakat mulai dari rumah tangga hingga industri dapat berperan aktif. Pendekatan ini juga memastikan sistem pengolahan sampah berkelanjutan dan efisien.
Pemkot juga bekerja sama dengan sektor swasta untuk teknologi dan investasi dalam pengelolaan sampah. Kerja sama ini diharapkan menghadirkan inovasi, efisiensi biaya, serta standar operasi yang sesuai dengan prinsip lingkungan hidup dan energi bersih.
Dampak Positif bagi Lingkungan dan Masyarakat
Pembangunan PSEL di Surabaya diproyeksikan membawa dampak positif besar bagi lingkungan. Pengurangan sampah ke TPA akan menurunkan risiko pencemaran tanah dan air, sekaligus mengurangi bau dan potensi kebakaran. Selain itu, emisi gas rumah kaca dari sampah yang menumpuk dapat ditekan melalui proses pengolahan modern.
Masyarakat pun akan merasakan manfaat langsung melalui pasokan listrik yang berasal dari sampah. Dengan demikian, program ini tidak hanya menjadi solusi lingkungan tetapi juga mendukung ekonomi kota melalui energi terbarukan. Pemkot Surabaya berharap masyarakat tetap mendukung dengan membuang sampah.
Keberadaan fasilitas PSEL baru ini diharapkan menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mengintegrasikan pengelolaan sampah dan energi bersih secara berkelanjutan. Dengan komitmen pemerintah dan partisipasi warga, Surabaya bisa menjadi contoh kota hijau yang inovatif dan ramah lingkungan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari surabaya.kompas.com
- Gambar Kedua dari surabaya.kompas.com