Polda Jawa Timur mengamankan 10 pelajar di Surabaya yang diduga terlibat tawuran antar sekolah polisi menyita berbagai barang bukti, termasuk senjata tajam.
Penangkapan ini disertai pembinaan, melibatkan guru, psikolog, dan orang tua, agar para siswa belajar menyelesaikan konflik secara damai. Polda Jatim menegaskan pentingnya pendidikan, komunikasi, dan mediasi agar generasi muda dapat menyalurkan energi mereka positif.
Berikut ini Info Kejadian Surabaya akan membahas berita terbaru dan terviral lainnya.
10 Pelajar Surabaya Diamankan Polisi Diduga Tawuran
Polda Jawa Timur melakukan tindakan tegas dengan mengamankan 10 pelajar dari beberapa sekolah menengah di Surabaya, Senin (13 Januari 2026), karena diduga terlibat tawuran antar pelajar. Penangkapan dilakukan usai pihak kepolisian menerima laporan adanya aksi bentrok antar kelompok pelajar yang meresahkan masyarakat.
Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Aris Santoso, menyatakan bahwa penangkapan ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah eskalasi tawuran yang bisa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan fasilitas publik. Polisi juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap para pelajar.
Selain itu, Polda Jatim juga melibatkan pihak sekolah dan orang tua dalam proses penanganan kasus ini. Pendekatan ini dianggap penting untuk memberikan efek jera sekaligus memastikan pelajar mendapat arahan moral dan edukatif agar tidak kembali terlibat tawuran di masa mendatang.
Detik-Detik Tawuran dan Penangkapan Pelajar
Berdasarkan keterangan kepolisian, tawuran terjadi pada Minggu malam (12 Januari 2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Awalnya, bentrok terjadi antara dua kelompok pelajar yang saling berselisih paham terkait rivalitas sekolah. Tawuran ini kemudian meluas hingga memicu kepanikan warga sekitar, dengan beberapa bangunan dan fasilitas umum sempat mengalami kerusakan ringan.
Polisi menerima laporan cepat dari masyarakat yang khawatir akan keselamatan warga dan keamanan lingkungan. Tim Patroli Polda Jatim segera diterjunkan ke lokasi, dan melakukan pengejaran terhadap pelajar yang diduga terlibat. Setelah identifikasi, 10 pelajar diamankan untuk didata, diperiksa, dan diberi pembinaan.
Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan bahwa beberapa pelajar membawa senjata tajam, seperti celurit dan balok kayu. Barang-barang ini langsung disita sebagai barang bukti untuk memastikan keamanan dan mencegah tindakan kriminal lebih lanjut selama proses penyelidikan berlangsung.
Baca Juga: Tragis, Ibu Dua Anak Lompat Dari Jembatan Sungai Brantas Blitar
Upaya Pembinaan dan Penanganan Pihak Sekolah
Polda Jatim menekankan bahwa penegakan hukum tidak hanya bersifat represif, tetapi juga edukatif. Para pelajar yang diamankan akan menjalani pembinaan khusus yang melibatkan psikolog, guru, dan tokoh masyarakat.
Selain itu, pihak sekolah turut berperan aktif dalam memantau perilaku siswa dan memberikan arahan terkait penyelesaian konflik secara damai. Beberapa sekolah telah menyiapkan program ekstra kurikuler, seperti olahraga, seni, dan kegiatan kepemudaan, sebagai alternatif positif agar pelajar.
Pembinaan ini juga menjadi contoh bagaimana sinergi antara kepolisian, sekolah, dan orang tua dapat mengurangi angka tawuran di kalangan pelajar. Polda Jatim menekankan bahwa penyelesaian masalah tawuran tidak cukup dengan penegakan hukum semata, tetapi harus diimbangi dengan pendekatan preventif dan edukatif.
Akibat Tawuran dan Pesan Polisi untuk Pelajar
Tawuran pelajar memiliki dampak serius bagi masyarakat dan lingkungan sekolah. Selain menimbulkan kerusakan properti, tindakan ini juga meningkatkan risiko cedera fisik, gangguan psikologis bagi korban, serta citra negatif terhadap dunia pendidikan. Polda Jatim mengingatkan bahwa tawuran bisa berujung pada konsekuensi hukum yang berat.
Kepolisian mengimbau para pelajar untuk menyelesaikan konflik melalui jalur damai, komunikasi, dan mediasi pihak sekolah. Orang tua dan guru juga diminta proaktif mendeteksi tanda-tanda rivalitas berlebihan yang bisa memicu bentrok antar pelajar.
Dengan langkah cepat penangkapan dan pembinaan ini, Polda Jatim berharap kejadian tawuran di Surabaya dapat diminimalisir. Program pembinaan diharapkan mencetak generasi muda yang disiplin, menghormati hukum, dan mampu menyalurkan semangat kompetitif.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Surabaya kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Surabaya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari surabaya.kompas.com
- Gambar Kedua dari surabaya.kompas.com