Posted in

Polres Situbondo Angkat Bicara Soal Mayat Perempuan Tanpa Kepala

Situbondo digegerkan oleh penemuan mayat perempuan di Pantai Gelung, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, membuat warga setempat panik.

Polres Situbondo Angkat Bicara Soal Mayat Perempuan Tanpa Kepala

Berita awal yang menyebar menyebutkan mayat ditemukan tanpa kepala, memicu spekulasi liar dan ketegangan di masyarakat. Namun, Polres Situbondo segera tampil memberikan klarifikasi, meluruskan informasi yang beredar dan meredakan kepanikan.

Dapatkan informasi menarik dan bermanfaat untuk memperluas wawasan Anda, eksklusif di Info Kejadian Surabaya.

Penemuan Mayat Dan Berita Yang Simpang Siur

Pada Jumat, 16 Januari 2026, sebuah penemuan mayat perempuan di Pantai Gelung, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menggegerkan warga setempat. Berita awal yang tersebar luas, khususnya di media sosial, menyebutkan bahwa mayat tersebut ditemukan dalam kondisi tanpa kepala. Informasi ini sontak memicu beragam reaksi dan kekhawatiran publik.

Kasi Humas Polres Situbondo, Ipda Slatem Juwono, segera bergerak untuk meluruskan informasi yang telah beredar luas tersebut. “Saya perwakilan Polres Situbondo ingin meluruskan berita yang telah ada,” ujarnya kepada Kompas.com pada Selasa (20/1/2026). Klarifikasi ini menjadi penting untuk mencegah informasi yang salah menimbulkan kepanikan lebih lanjut.

​Ipda Slatem Juwono menegaskan bahwa mayat perempuan yang ditemukan bukanlah tanpa kepala.​ “Jadi mayat perempuan tersebut bukan tidak berkepala namun kondisi tubuhnya sudah tidak utuh, banyak bagian tubuh yang hilang,” jelasnya. Pernyataan ini mengubah narasi awal dari “tanpa kepala” menjadi “tidak utuh”, yang menggambarkan kondisi mengenaskan namun lebih akurat.

Proses Penyelidikan Dan Ketidakpastian Identitas

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih belum dapat menyimpulkan apakah penemuan mayat ini terkait dengan tindak pidana kriminal atau merupakan murni kecelakaan. “Masih diselidiki oleh kami, belum diputuskan akibat kriminal atau kecelakaan,” kata Slatem. Proses penyelidikan yang cermat dan berhati-hati sedang berlangsung untuk mengungkap kebenaran.

Slatem menyebut, Kepolisian masih terus menyelidiki secara intensif terkait penemuan mayat tersebut. Setiap petunjuk, sekecil apa pun, akan dikumpulkan dan dianalisis untuk merangkai kronologi kejadian. Tim penyidik bekerja keras untuk mengidentifikasi penyebab kematian dan menyingkap misteri di baliknya.

Selain itu, identitas mayat perempuan yang ditemukan juga belum diketahui. Kondisi tubuh yang tidak utuh mempersulit proses identifikasi awal. Oleh karena itu, Kepolisian secara aktif meminta masyarakat segera melapor jika ada anggota keluarga yang hilang dengan ciri-ciri yang mungkin cocok.

Baca Juga: Polisi Tangkap 3 Jukir Pakai Qris Palsu di Surabaya, Unsur Pidana Didalami

Koordinasi Tim Dan Penegasan Wewenang

Koordinasi Tim Dan Penegasan Wewenang

Sebelumnya, terdapat kesan saling lempar tanggung jawab antara Kasat Reskrim dan jajaran Polairud terkait penanganan kasus ini. Namun, Slatem Juwono juga meluruskan pernyataan tersebut. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut dinilai profesional karena setiap unit bekerja sesuai tugas masing-masing dan dalam koordinasi yang erat.

“Kedua yang kami luruskan, jadi penemuan mayat tersebut bukan hanya penanganan di Satpolairud,” terang Slatem. Ia menjelaskan bahwa kasus ini ditangani secara kolaboratif oleh semua unit terkait di Polres Situbondo. Penanganan awal memang berada di bawah Polairud mengingat lokasi penemuan di pantai.

Namun, Slatem menambahkan bahwa ketika proses penyelidikan berjalan dan ditemukan ada indikasi kriminal, maka penanganan kasus tersebut secara otomatis akan dialihkan atau melibatkan unit Reskrim. Ini menunjukkan alur kerja yang terstruktur dan sinergi antar unit dalam penanganan kasus yang kompleks.

Komitmen Polri Dan Jurnalisme Akurat

Polres Situbondo menunjukkan komitmen penuh untuk mengungkap kasus ini secara tuntas dan transparan. Meskipun identitas korban belum terungkap dan penyebab kematian masih dalam penyelidikan, pihak kepolisian berjanji akan terus memberikan informasi terbaru kepada publik.

Dalam situasi seperti ini, peran media juga sangat krusial. KOMPAS.com, sebagai salah satu media terkemuka, berkomitmen untuk menyajikan fakta jernih dari lapangan, berdasarkan klarifikasi resmi dari pihak berwenang. Akurasi informasi menjadi kunci untuk mencegah spekulasi dan menjaga ketenangan masyarakat.

Penanganan kasus penemuan mayat ini menjadi ujian bagi profesionalisme aparat penegak hukum dan akurasi pemberitaan media. Diharapkan, dengan kerjasama yang baik, kebenaran di balik penemuan mayat ini dapat segera terungkap, dan keadilan dapat ditegakkan.

Ikuti berbagai kabar menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan, eksklusif di .


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari surabaya.kompas.com
  • Gambar Kedua dari nyalanusantara.com