Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani, Pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
Aksi ini merupakan bagian dari gerakan BEM Nusantara yang menuntut reformasi total di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Massa aksi membawa berbagai spanduk dan poster yang berisi tuntutan mereka, serta mengenakan almamater masing-masing kampus.
Dibawah ini akan membahas beberapa ulasan lengkapnya hanya di Info Kejadian Surabaya.
Tuntutan Mahasiswa dan Keresahan Publik
Dalam orasinya, Presiden BEM Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Muhammad La Rayba Fie. Menegaskan bahwa aksi ini bertujuan untuk menuntut penghentian tindakan represif dan brutalitas aparat kepolisian terhadap massa aksi.
Ia juga menyebutkan bahwa insiden tragis yang menimpa Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tewas dilindas kendaraan taktis Barracuda milik Brimob. Menjadi salah satu pemicu utama dari aksi ini. Mahasiswa menuntut keadilan bagi korban dan meminta agar kasus tersebut diusut tuntas.
Peserta demo telah diinstruksikan untuk menghindari tindakan merugikan dan semua peserta memakai almamater kampus masing-masing. Meskipun pihak BEM telah melayangkan surat pemberitahuan aksi, belum ada tanggapan dari pihak berwenang.
Partisipasi Luas Dari Berbagai Kampus
Aksi unjuk rasa ini melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya, termasuk Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas 17 Agustus (Untag), Universitas Wijaya Kusuma (UWK), dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA).
Selain itu, beberapa elemen masyarakat juga turut serta dalam aksi ini. Menunjukkan solidaritas terhadap tuntutan mahasiswa. Mereka berkumpul di depan Mapolda Jatim sejak pagi hari dan melakukan orasi secara bergantian.
Baca Juga: Kejari Surabaya Sita Rp 3,5 M Dari Kasus Dugaan Korupsi Bank BUMN
Respons Kapolda Jatim
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, memberikan respons yang tegas namun menenangkan terkait aksi unjuk rasa yang digelar BEM Surabaya di depan Mapolda Jatim.
Dalam pertemuan dengan perwakilan mahasiswa, Kapolda menyampaikan bahwa pihak kepolisian menghargai hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai. Ia menekankan pentingnya keterbukaan dan komunikasi antara aparat dan masyarakat agar setiap tuntutan dapat ditindaklanjuti secara transparan dan profesional.
Selain itu, Kapolda Jatim menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan terkait dugaan pelanggaran atau tindakan represif yang melibatkan anggota kepolisian. Ia juga mengimbau seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak terpancing provokasi yang dapat memicu kericuhan.
Kapolda menegaskan komitmen kepolisian untuk menegakkan hukum secara adil, sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat di sekitar Mapolda Jatim selama aksi berlangsung.