Posted in

Bocah 4 Tahun di Surabaya Tewas Digorok Paman Sendiri

Peristiwa tragis mengguncang warga Desa Geger, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Rabu malam, 13 Agustus 2025.

Bocah 4 Tahun di Surabaya Tewas Digorok Paman Sendiri

Seorang bocah laki-laki berinisial HY (4) tewas mengenaskan setelah digorok oleh pamannya sendiri, berinisial H (35). Kejadian ini bukan hanya menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menyisakan banyak pertanyaan mengenai motif dan kondisi mental pelaku.

Dibawah ini akan membahas beberapa ulasan lengkapnya hanya di .

Kronologi Kejadian

Insiden bermula ketika pelaku, H, mendatangi rumah kakak iparnya untuk mencari istrinya. Setibanya di rumah tersebut, H tidak menemukan istrinya dan dalam keadaan marah, ia memecahkan kaca rumah kakak iparnya.

Dalam situasi yang tegang itu, H merebut korban yang sedang digendong oleh ibunya. Tanpa ampun, H menganiaya bocah malang itu dengan sebilah parang, menggorok lehernya hingga nyaris putus. Korban yang tak berdaya langsung terjatuh dan meninggal dunia seketika. Setelah melakukan aksi kejam tersebut, H melarikan diri ke hutan untuk menghindari kejaran warga dan aparat setempat.

Dugaan Gangguan Jiwa pada Pelaku

Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa empat orang saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa pelaku sebelumnya sering mengamuk tanpa alasan yang jelas.

Keluarga dan tetangga korban mengungkapkan bahwa H kerap menunjukkan perilaku agresif dan tidak stabil secara emosional. Oleh karena itu, polisi berencana membawa pelaku ke dokter kejiwaan untuk memastikan kondisi mentalnya.

Baca Juga: Surabaya Geger, 2 Maling Motor Cuma Ditembak Kakinya Saja

Penangkapan Pelaku Pembunuhan

Penangkapan Pelaku Pembunuhan

Mendapat laporan dari warga, aparat gabungan dari Polres Bangkalan dan Koramil Geger segera melakukan pencarian terhadap pelaku.

Setelah beberapa jam melakukan pengejaran, H berhasil ditemukan dan diamankan sekitar pukul 03.00 WIB di kawasan hutan. Ia kemudian dibawa ke Mapolres Bangkalan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Proses Hukum Pelaku

Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Bangkalan. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap motif di balik peristiwa ini dan memastikan bahwa keadilan bagi korban dapat ditegakkan. Jika terbukti bersalah, pelaku dapat dijerat dengan pasal pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara yang berat.

Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan emosi, terutama dalam lingkungan keluarga. Penting bagi masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anggota keluarga dan segera mencari bantuan profesional jika diperlukan. Dengan demikian, diharapkan kejadian tragis seperti ini dapat diminimalisir di masa depan.

Reaksi Keluarga Korban

Keluarga korban dan warga setempat sangat terpukul dengan kejadian ini. Mereka tidak menyangka bahwa seseorang yang seharusnya menjadi pelindung bagi anak-anak justru melakukan tindakan kejam tersebut.

Ibunda korban, yang saat itu sedang menggendong anaknya, tidak dapat berbuat banyak saat H merebut dan menganiaya putranya. Tangisan dan jeritan ibu tersebut menggema, namun tidak mampu menghentikan aksi brutal pelaku.

Masyarakat Desa Geger berharap agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya. Mereka juga meminta agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan dan meminta pihak berwenang untuk lebih memperhatikan kondisi mental individu dalam keluarga.

Untuk informasi terkini dan lengkap mengenai berbagai kejadian penting di Surabaya. Termasuk insiden keamanan dan bencana alam. Kalian bisa kunjungi Info Kejadian Surabaya sekarang juga.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari www.detik.com
  • Gambar Kedua dari surabaya.kompas.com