Posted in

COD Gagal, Motor Mahasiswa Surabaya Dibawa Kabur di Gresik!

Transaksi COD motor di Gresik berakhir tragis bagi ABT (25), mahasiswa Surabaya motor Yamaha Mio Sporty miliknya raib dibawa kabur oleh pembeli.

Mahasiswa Surabaya Dibawa Kabur di Gresik!

Pelaku meminjam motor dengan alasan test drive, lalu membawa kabur motor beserta STNK korban. Polisi Polres Gresik berhasil menangkap pelaku dan mengamankan barang bukti. Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada transaksi COD online dan memastikan keamanan saat jual beli kendaraan. Berikut ini Adalah kumpulan informasi terbaru dan paling menarik dari Info Kejadian Surabaya.

Motor Mahasiswa Surabaya Raib Saat COD di Gresik

Niat menjual sepeda motor lewat media sosial justru berakhir menyakitkan bagi ABT (25), mahasiswa asal Keputih, Surabaya. Motor Yamaha Mio Sporty tahun 2007 miliknya, yang dijual seharga Rp 12 juta melalui Facebook, dibawa kabur oleh pembeli saat transaksi Cash on Delivery (COD) di warung kopi (warkop) Kopja, Jalan Dr Soetomo, Gresik.

Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaja, menjelaskan bahwa korban pertama kali berkenalan dengan AA (20), warga Sumobito, Jombang, setelah memasang iklan di Facebook. Komunikasi pun berlanjut melalui WhatsApp, hingga keduanya sepakat bertemu untuk melakukan transaksi COD.

Pertemuan pertama berlangsung di warung kopi depan Pengadilan Agama Kebomas, Gresik, namun karena belum ada kesepakatan, transaksi ditunda. Keesokan harinya, Selasa (27/1) sekitar pukul 18.00 WIB, keduanya kembali bertemu di Warkop Kopja untuk melanjutkan proses jual beli motor.

Trik Licik Penipu Motor COD

Menurut Arya, pelaku awalnya meminjam STNK korban dengan alasan mencocokkan nomor mesin dan rangka. STNK tersebut dikembalikan, namun pelaku kemudian meminjam motor korban untuk dicoba dengan alasan test drive. Sekitar pukul 19.30 WIB, motor tersebut dibawa kabur dan tidak kembali hingga lebih dari 10 menit.

Korban pun menyadari bahwa STNK miliknya hilang dari tas. Upaya komunikasi dengan pelaku justru mengejutkan, karena AA mengaku membawa motor beserta STNK dan meminta korban menebus motor miliknya sendiri. Situasi ini jelas membuat ABT merasa dirugikan dan panik, sehingga segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Gresik.

Kasus ini menjadi contoh nyata risiko transaksi jual beli kendaraan secara COD, terutama melalui media sosial. Polisi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan memastikan keamanan transaksi agar tidak menjadi korban penipuan serupa.

Baca Juga: Angka Kecelakaan Naik, Polda Jatim Perketat Patroli dan Razia Jalan Raya

Penangkapan Pelaku dan Barang Bukti

COD Gagal, Motor Mahasiswa Surabaya Dibawa Kabur di Gresik!

Menindaklanjuti laporan korban, Unit Resmob Polres Gresik melakukan penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku. AA berhasil diamankan pada Jumat (30/1) sekitar pukul 00.00 WIB di rumahnya di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.

Dalam penangkapan itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk satu unit sepeda motor Yamaha Mio Sporty 2007, dua pelat nomor, satu unit iPhone, sebuah topi, dan kunci sepeda motor. Barang bukti ini menjadi kunci dalam proses penyidikan lebih lanjut.

AA kini dijerat dengan Pasal 486 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian Disertai Penggelapan. Polisi memastikan seluruh barang bukti dan pelaku dibawa ke Mapolres Gresik untuk penyidikan lebih lanjut, sehingga kasus ini bisa ditangani secara hukum dan menjadi peringatan bagi masyarakat.

Bahaya COD di Dunia Online

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat yang melakukan transaksi jual beli motor atau barang lainnya secara COD melalui media sosial. Meskipun tampak aman, modus penipuan bisa memanfaatkan kepercayaan korban untuk membawa kabur barang dan dokumen penting.

Polisi menyarankan agar transaksi dilakukan di tempat yang aman, ditemani orang terpercaya, serta selalu meminta identitas pembeli. Verifikasi nomor telepon, lokasi, dan cara pembayaran juga menjadi langkah penting untuk menghindari risiko kehilangan barang.

Selain itu, masyarakat disarankan untuk tidak mudah percaya dengan alasan-alasan seperti test drive atau pemeriksaan dokumen. Kesadaran ini penting agar tidak menjadi korban penipuan serupa, mengingat transaksi digital kini semakin marak dan modus penipuan pun semakin canggih.

Ikuti selalu informasi menarik dari kami setiap hari, dijamin terupdate dan terpercaya, hanya di Info Kejadian Surabaya sekarang juga.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari radarsurabaya.jawapos.com