Posted in

Eri Cahyadi Tegaskan Ormas Surabaya Bukan Pelaku Premanisme, Jaga Kota

Eri Cahyadi tegaskan ormas Surabaya tidak terlibat dalam aksi premanisme yang marak di lahan parkir minimarket.

Eri Cahyadi Tegaskan Ormas Surabaya Bukan Pelaku Premanisme, Jaga Kota

Kota terbesar kedua di Indonesia ini tengah menjadi sorotan akibat aksi preman yang kerap muncul. Namun, Wali Kota menegaskan ormas justru berperan menjaga ketertiban dan keamanan, bukan sebagai aktor di balik juru parkir liar.

Di bawah ini akan membahas klarifikasi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terkait isu premanisme dan peran ormas dalam menjaga ketertiban kota.

Ormas sebagai Mitra Pemerintah Dalam Menjaga Ketertiban

Eri Cahyadi menyebut bahwa ormas-ormas di Surabaya, termasuk dari suku Madura, Batak, Ambon, hingga Pemuda Pancasila, telah berperan aktif menjaga ketertiban kota. Mereka menunjukkan kontribusi nyata dalam menciptakan kedamaian di Kota Pahlawan.

Ia menekankan bahwa ormas tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah kota dalam menjaga stabilitas sosial. “Enggak (premanisme oleh ormas). Karena malah ormasnya itu yang bantu kami. Jadi ormas di Surabaya itu sangat luar biasa,” ujar Eri.

Ia menambahkan bahwa berbagai elemen masyarakat dalam ormas telah menunjukkan solidaritas yang kuat demi menciptakan suasana kota yang aman dan nyaman. Pernyataan ini sekaligus menjadi klarifikasi atas tuduhan tidak berdasar yang menyudutkan ormas sebagai dalang di balik aksi-aksi intimidasi di sejumlah lahan parkir minimarket.

Menurut Eri, generalisasi semacam itu berbahaya dan justru bisa merusak tatanan sosial yang telah dibangun dengan kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, dan ormas.

Insiden Intimidasi di Jalan Kartini

Salah satu insiden yang memicu perhatian publik adalah kasus intimidasi yang menimpa Hadi Purwanto, seorang juru parkir resmi di sebuah minimarket di Jalan Kartini. Pada malam Kamis (5/6), Hadi didatangi sekelompok orang yang mengaku menguasai lahan parkir tersebut.

Ia dibentak dan diancam agar tidak lagi menjalankan tugasnya. Tindakan tersebut segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian, dan para pelaku telah berhasil diamankan. Eri menyambut baik langkah cepat aparat dalam menangani kasus ini.

Ia memastikan bahwa siapa pun yang mencoba mengacaukan ketertiban kota, termasuk dengan cara mengintimidasi atau melakukan pungutan liar, akan berhadapan langsung dengan hukum. “Kalau ada (aksi premanisme), ya berarti itu individu, oknum-oknum. Maka yang akan menjaga Kota Surabaya adalah ormas,” tegasnya.

Baca Juga:

Peran Toko Modern dan Kepatuhan Terhadap Regulasi Parkir

Eri Cahyadi Tegaskan Ormas Surabaya Bukan Pelaku Premanisme, Jaga Kota

Dalam kesempatan yang sama, Eri juga menyoroti pentingnya peran toko-toko modern, khususnya minimarket, dalam mendukung upaya pemberantasan juru parkir liar. Menurutnya, selama tempat usaha mematuhi aturan yang ada, maka ruang gerak bagi jukir liar maupun oknum preman akan tertutup dengan sendirinya.

Pemerintah Kota Surabaya telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2018 tentang Perparkiran, yang mewajibkan setiap tempat usaha untuk menyediakan area parkir resmi dan tertib. Perda ini diperkuat dengan Perda Nomor 1 Tahun 2023 dan Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 116.

Ketiga regulasi tersebut menjadi landasan hukum yang kuat dalam upaya menertibkan sistem parkir di kota ini. “Kalau semua tempat usaha, termasuk minimarket, mematuhi aturan menyediakan jukir resmi, maka tidak akan ada ruang bagi jukir liar. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga soal keamanan masyarakat,” terang Eri.

Ia juga menyebut bahwa Dinas Perhubungan dan Satpol PP akan terus melakukan patroli dan sidak ke titik-titik rawan untuk memastikan tidak ada pelanggaran. Jika ditemukan pelanggaran oleh pihak minimarket, maka akan diberikan sanksi tegas, termasuk pencabutan izin usaha.

Kolaborasi Untuk Surabaya yang Aman dan Nyaman

Wali Kota Eri Cahyadi mengajak seluruh elemen masyarakat. Termasuk pelaku usaha, ormas, dan warga biasa untuk bersatu menciptakan lingkungan kota yang aman dan tertib. Ia menyatakan bahwa pemberantasan premanisme bukan hanya tugas pemerintah atau aparat kepolisian, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga kota.

Eri optimistis Surabaya bisa menjadi contoh kota yang bebas dari pungli, premanisme, dan intimidasi. Keyakinan ini didasarkan pada kolaborasi yang solid antara pemerintah, ormas, dan masyarakat.

“Ormas Surabaya sangat luar biasa. Mereka bukan bagian dari masalah, tapi bagian dari solusi. Mari kita jaga kota ini bersama-sama,” pungkasnya.

Kesimpulan

Pernyataan tegas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjadi angin segar bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa ormas bukan pelaku premanisme. Justru, ormas menjadi mitra pemerintah dalam menjaga ketertiban kota. Eri ingin masyarakat tidak menyamaratakan suatu kelompok.

Fokus utama saat ini adalah penegakan hukum terhadap para oknum pengganggu ketertiban. Kesadaran untuk patuh pada aturan, termasuk regulasi perparkiran, harus terus ditingkatkan. Surabaya pun terus melangkah menjadi kota yang lebih tertib, aman, dan bermartabat.

Simak dan ikuti terus Info Kejadian Surabaya agar Anda tidak ketinggalan informasi menarik lainnya yang terupdate setiap hari.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari www.detik.com
  2. Gambar Kedua dari www.jawapos.com