Warga Surabaya memadati pasar murah untuk membeli kebutuhan pokok, menikmati harga pangan yang turun drastis, antrean mengular.
Pemerintah Kota Surabaya kembali menunjukkan kepedulian dengan menggelar pasar murah. Inisiatif ini membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok lebih terjangkau di tengah gejolak harga pangan. Antusiasme warga terlihat di Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, saat mereka berbondong-bondong menyerbu lapak sembako murah.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Surabaya.
Pasar Murah Sebagai Solusi Inflasi
Pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Surabaya menjadi bagian program terpadu untuk menstabilkan harga bahan pokok. Program ini dijalankan serentak di berbagai kecamatan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat. Lurah Manukan Kulon, Heni Dwi Aliani, mengatakan kegiatan ini sangat dinantikan warga.
Kegiatan pasar murah di Kelurahan Manukan Kulon sendiri hanya berlangsung satu hari. Namun, untuk wilayah Kecamatan Tandes secara keseluruhan, pasar murah ini akan berlanjut ke kelurahan lain hingga hari terakhir. Besok, Kelurahan Banjarsugihan akan menjadi lokasi berikutnya yang akan disambangi oleh pasar murah Pemkot Surabaya.
Tujuan utama dari pasar murah ini adalah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat. Dengan menyediakan bahan pokok di bawah harga pasar, Pemkot Surabaya berharap dapat membantu keluarga-keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Ini adalah langkah konkret dalam menghadapi tantangan inflasi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Ragam Komoditas Dan Keterbatasan Stok
Berbagai bahan pokok penting tersedia di pasar murah ini. Beras menjadi primadona dengan harga yang sangat menggiurkan, seperti beras 5 kilogram seharga Rp 72 ribu dan beras 3 kilogram seharga Rp 44 ribu. Stok yang disediakan juga cukup banyak, dengan 27 sak beras 5 kg dan 48 sak beras 3 kg.
Selain beras, komoditas lain seperti minyak goreng juga diburu warga. Minyak goreng 1 liter dijual seharga Rp 19.500 dengan 36 botol tersedia. Gula pasir juga tak ketinggalan, dibanderol Rp 16.500 dengan 144 kemasan, serta Minyakita 1 liter seharga Rp 15 ribu dengan 48 buah.
Untuk kebutuhan dapur lainnya, panitia juga menyediakan bawang putih, bawang merah, cabai merah besar, dan cabai rawit, masing-masing 10 pak. Meskipun demikian, Lurah Heni Dwi Aliani menjelaskan bahwa pihak kelurahan hanya menerima dan menyalurkan komoditas yang didistribusikan oleh pemerintah kota. Stok terbatas, sehingga berlaku sistem siapa cepat dia dapat.
Baca Juga: Wajah Baru Hi-Tech Mall, Jadi Pusat Kreativitas dan Komunitas Anak Mudah
Aksesibilitas Dan Antusiasme Warga
Salah satu kebijakan yang membuat pasar murah ini disambut baik adalah tidak adanya syarat khusus untuk berbelanja. Pasar murah ini terbuka untuk masyarakat umum, bukan hanya warga Manukan Kulon saja. “Kalau ada dari kelurahan atau kecamatan lain kita persilakan, tidak ada batasan,” ujar Heni Dwi Aliani, menunjukkan inklusivitas program ini.
Waktu pelaksanaan yang terbatas, yaitu mulai pukul 09.30 WIB hingga 11.00 WIB, tidak menyurutkan semangat warga. Mereka tetap berdatangan dan dilayani sesuai ketersediaan stok. Antusiasme ini membuat pihak kelurahan berencana untuk kembali mengadakan kegiatan serupa jika respons masyarakat tetap tinggi.
Kolaborasi dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) juga menjadi opsi jika kegiatan ini terus sukses. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan pasar murah dapat diselenggarakan lebih sering, bahkan hingga dua kali dalam sebulan. Hal ini tentu akan sangat membantu masyarakat dalam jangka panjang.
Dampak Positif Dan Harapan Warga
Dwi Hariyono, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat dan Perekonomian Kecamatan Tandes, menjelaskan pasar murah ini merupakan batch ketiga yang digelar selama empat hari. Setiap hari, lokasi pasar murah bergilir di satu titik tiap kecamatan untuk memastikan distribusi merata. Jenis komoditas dan jumlah barang yang dijual di setiap lokasi juga dibuat seragam.
Warga seperti Lina (69) mengungkapkan kebahagiaannya. Ia membeli minyak goreng dalam jumlah banyak untuk kebutuhan sehari-hari dan usahanya membuat gorengan. Hal ini menunjukkan bahwa pasar murah tidak hanya membantu rumah tangga, tetapi juga mendukung usaha kecil masyarakat.
Ike (69), warga lain, juga merasakan manfaatnya. Selisih harga seribu atau dua ribu rupiah dengan harga pasar dinilainya sangat berarti. “Senang sekali, karena lebih murah dari pasar. Selisih seribu dua ribu rupiah itu lumayan, bisa buat beli yang lain,” katanya. Ia berharap kegiatan ini bisa sering diadakan untuk menghemat pengeluaran belanja rumah tangga.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Surabaya kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Surabaya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari surabayatoday.id