Fenomena banjir rob kembali melanda kawasan pesisir Kota Surabaya, Jawa Timur, dengan ketinggian air mencapai hampir 50 sentimeter.

Banjir ini menyebabkan puluhan rumah warga terendam dan mengganggu aktivitas masyarakat serta lalu lintas di beberapa titik, terutama di kawasan Jalan Kalianak, Kecamatan Morokrembangan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi hingga 28 Juni 2025.
Info Kejadian Surabaya akan memberikan ulasan mengenai insiden banjir rob yang menimpa pemukiman warga di Surabaya, yuk simak lebih lanjut!
Penyebab Banjir Rob di Surabaya
Banjir rob terjadi akibat pasang maksimum air laut yang dipicu oleh fase bulan baru (new moon) yang berlangsung sejak 23 Juni hingga 28 Juni 2025. Fenomena ini menyebabkan muka air laut naik hingga 130-150 cm dari rata-rata ketinggian muka air laut, sehingga air laut merembes ke daratan pesisir.
Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak, Ady Hermanto. Ia menjelaskan bahwa kondisi pasang surut yang ekstrem ini menyebabkan genangan air laut yang mengganggu aktivitas warga di pesisir Surabaya.
Dampak Banjir Rob di Pemukiman Warga
Di kawasan Jalan Kalianak Timur Gang Belakang, air laut pasang masuk ke permukiman hingga menyebabkan genangan air setinggi hampir 50 cm. Puluhan rumah warga terendam air, dan genangan ini juga meluas ke jalan-jalan sekitar sehingga menghambat lalu lintas.
Sejumlah kendaraan roda dua hingga truk trailer harus berjalan pelan karena jalan tergenang cukup dalam. Warga mengeluhkan bahwa banjir rob semakin sering terjadi dan sulit diprediksi, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan merusak fasilitas rumah serta kendaraan.
Gangguan Pada Aktivitas Transportasi dan Ekonomi
Banjir rob tidak hanya menggenangi pemukiman, tetapi juga mengganggu aktivitas transportasi di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir. Kondisi jalan yang tergenang menyebabkan kemacetan dan memperlambat mobilitas warga serta kendaraan pengangkut barang.
Selain itu, aktivitas petani garam dan perikanan darat juga terdampak karena genangan air laut yang merusak tambak dan lahan garam. Kegiatan bongkar muat di pelabuhan pun berisiko terganggu akibat air pasang yang tinggi.
Baca Juga: Heboh! Polisi Surabaya Diduga Peras 2 Mahasiswa, Ini Respons Kapolrestabes!
Upaya Penanggulangan dan Imbauan BMKG

BMKG Maritim Tanjung Perak terus memantau perkembangan pasang surut air laut dan mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diimbau menghindari wilayah genangan banjir rob karena air laut bersifat korosif dan dapat merusak bangunan serta kendaraan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga diharapkan melakukan langkah antisipasi seperti pengerukan saluran air dan penyiapan pompa air untuk mengurangi dampak banjir.
Kondisi dan Persepsi Warga Terdampak
Warga di kawasan terdampak, seperti Asbiansyah dari Kalianak Timur Gang Belakang. Ia menyatakan bahwa banjir rob kini semakin sering terjadi, bahkan bisa sampai tiga kali dalam sebulan. Mereka berharap adanya pembenahan dari pemerintah, termasuk pengerukan saluran air dan pembangunan tanggul laut untuk mencegah banjir rob.
Warga juga mengeluhkan kerusakan yang ditimbulkan oleh air laut yang menggenang, seperti tembok rumah yang terkikis dan kendaraan yang cepat berkarat.
Prediksi dan Potensi Banjir Rob ke Depan
BMKG memprediksi bahwa potensi banjir rob di pesisir Surabaya masih akan berlangsung hingga 28 Juni 2025. Terutama pada pukul 10.00 hingga 12.00 WIB saat pasang maksimum terjadi. Ketinggian air laut yang mencapai 130-150 cm dari rata-rata muka air laut ini menjadi ancaman serius bagi kawasan pesisir.
Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan mitigasi bencana menjadi hal penting untuk mengurangi kerugian dan risiko bagi masyarakat.
Kesimpulan
Banjir rob dengan ketinggian air hampir 50 cm kembali merendam pemukiman warga di pesisir Surabaya, khususnya di Jalan Kalianak Timur Gang Belakang. Fenomena ini dipicu oleh pasang maksimum air laut akibat fase bulan baru yang berlangsung hingga 28 Juni 2025.
Dampak banjir rob meliputi genangan di rumah dan jalan, gangguan transportasi, serta kerusakan pada fasilitas dan kendaraan. BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk waspada dan menghindari wilayah genangan karena air laut bersifat korosif.
Pemerintah daerah diharapkan melakukan langkah antisipasi untuk mengurangi dampak banjir rob yang semakin sering terjadi. Kesiapsiagaan bersama menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman banjir rob di masa depan.
Untuk informasi terkini dan lengkap mengenai berbagai kejadian penting di Surabaya, termasuk insiden keamanan dan bencana alam, kalian bisa kunjungi Info Kejadian Surabaya sekarang juga.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari foto.bisnis.com