Posted in

Tawarkan Tukar Uang Tanpa Biaya, Pria di Surabaya Malah Diciduk Polisi

Kasus seorang pria di Surabaya ditangkap karena menawarkan jasa penukaran uang dengan modus tanpa biaya admin​.

Tawarkan Tukar Uang Tanpa Biaya, Pria di Surabaya Malah Diciduk Polisi

​Kasus ini berawal dari unggahan status WhatsApp milik terdakwa yang menawarkan layanan penukaran uang tanpa biaya administrasi pada tanggal 17-18 Maret 2025. ​

Penangkapan ini menjadi sorotan, mengingat tawaran “tanpa biaya admin” seringkali menarik perhatian masyarakat. Dibawah ini akan membahas beberapa ulasan lengkapnya hanya di .

Kronologi Penipuan

Kronologi penipuan jasa penukaran uang biasanya berawal dari tawaran menarik yang disebarkan melalui media sosial atau promosi langsung. Dengan iming-iming penukaran uang baru tanpa biaya atau dengan biaya sangat kecil.

Pelaku menampilkan foto maupun video tumpukan uang pecahan baru untuk meyakinkan calon korban. Setelah itu, korban diminta menyerahkan uang dalam jumlah tertentu dengan janji akan ditukarkan dengan pecahan baru dalam waktu singkat.

Pada tahap ini, kepercayaan korban dibangun dengan berbagai alasan, mulai dari stok uang yang melimpah hingga klaim hubungan khusus dengan pihak bank.

Namun, setelah uang diserahkan, janji penukaran seringkali tidak ditepati. Ada korban yang hanya menerima sebagian uang, ada pula yang tidak mendapatkan uang sama sekali. Pelaku kemudian menghilang, memutus kontak. Atau memberikan alasan berbelit untuk menunda penyerahan.

Ketika korban sadar telah ditipu, barulah laporan dibuat ke pihak berwajib. Pola penipuan seperti ini kerap berulang menjelang momen Lebaran atau hari besar lainnya. Ketika permintaan uang baru meningkat tajam dan masyarakat mencari jalan pintas untuk mendapatkannya.

Kantor Cabang Bank Swasta Menjadi Sasaran

Kantor cabang bank swasta sering kali menjadi sasaran modus penipuan jasa penukaran uang karena pelaku memanfaatkan citra bank sebagai institusi yang dipercaya masyarakat.

Dengan mengaku memiliki akses langsung ke bank atau bekerja sama dengan pegawai bank tertentu, pelaku lebih mudah meyakinkan korban bahwa layanan mereka aman dan legal.

Dalam beberapa kasus, pelaku bahkan mengatur pertemuan di sekitar area bank untuk menambah kesan resmi. Padahal aktivitas yang dilakukan sama sekali tidak ada kaitannya dengan pihak bank yang bersangkutan.

Akibatnya, nama baik bank swasta kerap terseret dalam kasus penipuan semacam ini, meskipun pihak bank sama sekali tidak terlibat. Kondisi ini menimbulkan keresahan bagi nasabah dan masyarakat umum, karena kredibilitas lembaga keuangan bisa terganggu.

Untuk itu, bank swasta biasanya segera mengeluarkan klarifikasi resmi dan mengimbau masyarakat agar hanya menggunakan layanan penukaran uang melalui jalur resmi yang disediakan Bank Indonesia atau bank yang mendapat izin, guna mencegah kerugian akibat ulah pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Pria Surabaya Gasak Dua Motor, Korban Tertipu Lewat Aplikasi Kencan

Daya Tarik Tanpa Biaya Admin

Daya Tarik Tanpa Biaya Admin

Daya tarik utama yang sering dimanfaatkan pelaku jasa penukaran uang ilegal adalah klaim “tanpa biaya admin”. Bagi masyarakat, tawaran ini terdengar menggiurkan karena berbeda dengan praktik resmi di bank atau jasa penukaran yang biasanya mengenakan biaya tambahan.

Klaim tersebut membuat banyak orang merasa bisa mendapatkan keuntungan penuh tanpa harus mengeluarkan uang lebih, apalagi ketika kebutuhan akan pecahan baru sangat tinggi menjelang Lebaran atau hari besar lainnya. Strategi ini terbukti efektif menarik perhatian dan membangun kepercayaan awal dari calon korban.

Namun, janji tanpa biaya admin sering kali hanyalah umpan untuk memperdaya masyarakat. Setelah uang diserahkan, korban bisa saja hanya mendapatkan sebagian pecahan baru atau bahkan tidak menerima apa-apa.

Dalam beberapa kasus, pelaku juga sengaja menunda-nunda penyerahan dengan berbagai alasan hingga akhirnya kabur membawa uang korban.

Inilah sebabnya, iming-iming tanpa biaya admin justru menjadi indikator yang patut dicurigai, karena layanan resmi dari Bank Indonesia maupun bank swasta memiliki mekanisme yang jelas, transparan, dan tidak menggunakan skema semacam itu.

Waspada Modus Penipuan Penukaran Uang

​Kasus penangkapan pria di Surabaya ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan. Terutama yang menawarkan layanan “gratis” atau “tanpa biaya”. ​

Penukaran uang sebaiknya dilakukan melalui jalur resmi dan terpercaya, seperti bank atau lembaga keuangan yang sah. ​Jika ada tawaran penukaran uang baru di luar lembaga resmi dengan iming-iming tanpa biaya admin, masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan memeriksa keabsahan tawaran tersebut sebelum bertransaksi. ​Penipuan semacam ini dapat menyebabkan kerugian finansial bagi korban.

Untuk informasi terkini dan lengkap mengenai berbagai kejadian penting di Surabaya, termasuk insiden keamanan dan bencana alam, kalian bisa kunjungi Info Kejadian Surabaya sekarang juga.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari www.suarasurabaya.net
  • Gambar Kedua dari www.surabayatoday.id