Tim SAR telah berhasil menemukan dan mengevakuasi tiga korban dalam kondisi selamat dari reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny pada Selasa pagi.

Upaya evakuasi terus dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena banyak korban yang masih terperangkap di reruntuhan bangunan yang roboh tersebut. Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang seputaran Info Kejadian Surabaya.
Evakuasi Tiga Korban Selamat
Tim SAR gabungan yang turun langsung di lokasi kejadian berhasil menemukan tiga santri yang masih hidup di bawah reruntuhan. Korban-korban tersebut kemudian segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Evakuasi dilakukan dengan hati-hati karena kondisi reruntuhan yang rawan longsor susulan masih sangat berisiko bagi petugas maupun korban yang terjebak.
Proses pencarian menggunakan peralatan sederhana agar tidak menimbulkan keruntuhan ulang bangunan. Tim juga masih mendengar suara tangisan dan jeritan dari korban yang terperangkap, yang menandakan masih ada harapan menyelamatkan lebih banyak santri. Tim SAR berkomitmen akan terus berupaya mencari dan menyelamatkan korban dalam kondisi apapun.
Kepala SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyatakan masih ada sekitar 38 orang yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan dari total sekitar 140 santri yang berada di dalam gedung saat kejadian. Sebagian besar dari mereka telah berhasil dievakuasi, namun pencarian masih berlangsung intensif.
Kronologi Runtuhnya Ponpes Al Khoziny
Bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny roboh pada hari Senin sore, 29 September 2025, sekitar pukul 15.00 WIB. Pada waktu kejadian, terdapat banyak santri yang sedang berada di dalam pondok belajar tersebut. Insiden ini menyebabkan tiga santri meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Pihak berwenang dan Tim SAR segera melakukan evakuasi dan pertolongan sejak malam harinya dengan tantangan kemiringan reruntuhan dan kondisi bangunan yang sangat tidak stabil. Alat berat tidak digunakan untuk menghindari potensi keruntuhan susulan yang dapat membahayakan korban dan petugas penyelamat.
Pemerintah daerah dan rumah sakit setempat juga sudah siaga menangani para korban yang terluka, memastikan mereka mendapatkan perawatan optimal. Data sementara mencatat puluhan santri dirawat di beberapa rumah sakit di Sidoarjo.
Baca Juga: Tragedi Ponpes Surabaya, Ambruk Mendadak, Evakuasi Massal
Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Tiga korban yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat langsung mendapat penanganan medis intensif di rumah sakit terdekat. Tim medis memberikan suplai oksigen serta makanan dan minuman khusus bagi korban yang terperangkap agar kondisi mereka tetap stabil selama proses evakuasi berlangsung.
Korban lain yang luka-luka dirawat secara serius dan akan dipantau perkembangannya. Pemerintah kabupaten Sidoarjo juga menyiapkan fasilitas kesehatan tambahan untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah korban yang dirawat.
Masyarakat dan keluarga korban diminta untuk tetap sabar dan berdoa agar Tim SAR dapat segera menyelamatkan seluruh santri yang masih terperangkap. Bantuan psikososial juga disiapkan untuk para korban dan keluarga yang mengalami trauma.
Upaya Berkelanjutan Tim SAR
Tim SAR telah bekerja tanpa henti sejak malam pertama kejadian dengan strategi evakuasi yang cermat dan terukur. Mereka menghindari penggunaan alat berat dan memilih perlengkapan manual agar tidak memperparah kondisi reruntuhan. Suara korban yang masih terdengar memberikan semangat bagi tim untuk terus mencari.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit menyakini tim masih bisa menyelamatkan lebih banyak korban yang masih hidup. Komunikasi secara langsung dengan korban juga masih terjalin, sehingga suplai oksigen dan makanan diberikan sebagai bentuk pertolongan sementara.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Surabaya dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpecaya hanya di Info Kejadian Surabaya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari liputan6.com