Tragedi mengejutkan terjadi di Surabaya saat seorang pekerja apartemen tergantung di gondola selama 15 menit sebelum akhirnya tewas.
Detik-detik menegangkan ini terjadi akibat badai mendadak dan angin kencang yang melanda gedung bertingkat. Proses evakuasi darurat dilakukan oleh tim pemadam kebakaran dan kepolisian, namun nyawa pekerja tidak tertolong.
Berikut ini Adalah kumpulan informasi terbaru dan paling menarik dari Info Kejadian Surabaya.
Pekerja Gondola Terjepit 15 Menit di Surabaya
Insiden tragis terjadi pada Senin (2/3/2026) ketika dua pekerja pembersih kaca sebuah gedung apartemen di Surabaya, Jawa Timur terjebak di gondola pada ketinggian puluhan lantai. Keduanya sempat menggantung selama kurang lebih 15 menit setelah hujan badai dan angin kencang tiba‑tiba melanda kawasan tersebut.
Menurut saksi mata, kedua pekerja sempat terlihat berusaha mengendalikan gondola yang tergantung di sisi gedung setinggi puluhan lantai itu sambil bergelut dengan alat keselamatan mereka. Cuaca berubah cepat dari mendung menjadi hujan deras disertai angin kencang, sehingga upaya mereka untuk turun dengan aman terhambat.
Tim kepolisian dan petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi segera setelah laporan masuk, namun kondisi cuaca yang buruk memperlambat evakuasi. Petugas kemudian memutuskan untuk melakukan evakuasi saat kondisi sedikit membaik, sementara warga dan media terus mengawasi dari kejauhan.
Detik-Detik Badai dan Upaya Penyelamatan
Kejadian bermula ketika kedua pekerja pembersih kaca sedang melakukan tugas rutin di sebuah gedung apartemen bertingkat di Surabaya. Mereka sedang membersihkan bagian luar kaca gedung ketika angin kencang dan hujan badai datang secara tiba‑tiba, membuat gondola tempat mereka bekerja terhambat dan bergoyang hebat.
Menurut Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Surabaya, M. Rokhim, kedua pekerja sempat terombang‑ambing di tengah cuaca buruk itu selama lebih dari sepuluh menit hingga petugas datang. Ia menyatakan bahwa pekerjaan sebenarnya hampir selesai sebelum cuaca mendung tiba, tetapi badai yang cepat datang membuat rencana untuk turun gagal.
Petugas akhirnya berhasil mengevakuasi kedua pekerja tersebut setelah kondisi sedikit membaik. Namun sayangnya satu pekerja dinyatakan tewas saat proses evakuasi berlangsung. Korban sempat terlihat tergantung di gondola dalam posisi berbahaya sebelum akhirnya berhasil dibawa turun, namun nyawanya sudah tidak tertolong ketika tiba di bawah.
Baca Juga: Teriakan Di Malam Hari: Bocah Lari Tak Terkendali Di Margorejo, Ada Apa Sebenarnya?
Identitas Korban dan Kondisi Rekan Selamat
Dari hasil identifikasi, korban yang tewas diketahui bernama Eddy Suparno (51). Warga Surabaya, yang bekerja sebagai petugas pembersih kaca profesional di gedung apartemen tersebut. Ia merupakan pekerja yang sudah memiliki pengalaman bertahun‑tahun dalam pekerjaan tinggi seperti ini, namun cuaca ekstrem kali ini membuat tugasnya berujung tragis.
Ribut kemudian dibawa ke RS William Booth untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan, sementara jenazah Eddy dibawa ke rumah sakit untuk proses lebih lanjut dan penanganan keluarga. Pihak pemadam kebakaran dan BPBD turut serta membantu proses evakuasi dengan koordinasi.
Keluarga Eddy menyatakan duka mendalam atas kepergian sang anggota keluarga, dan sejumlah rekan kerja ikut berbelasungkawa melalui media sosial. Banyak yang menyoroti pentingnya keselamatan kerja terutama saat cuaca buruk, dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan, apalagi bagi mereka yang bekerja di ketinggian seperti pembersih kaca.
Keselamatan Kerja Disorot, Publik Bereaksi
Insiden pekerja gondola yang tewas ini kembali menyoroti kesiapan dan standar keselamatan kerja, khususnya pekerjaan yang dilakukan di ketinggian. Banyak pihak menilai bahwa meski kedua pekerja sudah memakai alat keselamatan, faktor cuaca ekstrem seperti badai yang tiba‑tiba bisa menjadi ancaman berbahaya.
Beberapa organisasi perlindungan pekerja mengingatkan pentingnya pelatihan dan prosedur evakuasi cepat. Serta penggunaan peralatan yang bisa menahan beban dan tekanan cuaca ekstrem. Sebagian masyarakat melalui komentar di media sosial juga menyampaikan empati mereka terhadap korban dan keluarganya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari surabaya.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari surabaya.tribunnews.com