Kota Surabaya terus memperkuat sistem pengendalian banjir dengan mengoperasikan tiga rumah pompa baru untuk mengurangi genangan.
Ikhtiar Pemkot Surabaya dalam menuntaskan banjir di Surabaya Selatan dan Timur mulai menunjukkan hasil. Sejak Januari 2026, tiga rumah pompa baru beroperasi sebagai penguatan sistem pengendalian banjir. Ketiganya berada di Margorejo Indah, Dukuh Menanggal, dan Ahmad Yani dengan kapasitas masing-masing 6,5 meter kubik per detik.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Surabaya.
Operasional Tiga Rumah Pompa Sejak Januari 2026
Tiga rumah pompa baru di Margorejo Indah, Dukuh Menanggal, dan Jalan Ahmad Yani mulai beroperasi sejak Januari 2026. Ketiganya menjadi bagian dari penguatan sistem pengendalian banjir di wilayah Surabaya Selatan dan Timur.
Masing-masing dilengkapi kapasitas 6,5 meter kubik per detik, tiga unit pompa, serta screen penyaring sampah untuk mempercepat aliran air dan mencegah sumbatan.
Menurut Kepala DSDABM Surabaya Hidayat Syah, pembangunan disesuaikan dengan perubahan titik genangan akibat meningkatnya kawasan permukiman di kota.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Strategi Terpadu Pemkot Surabaya Tahun 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan penanganan banjir di wilayah selatan dan timur menjadi prioritas utama tahun 2026. Targetnya, titik-titik genangan dapat diselesaikan pada tahun tersebut.
Pemkot menjalankan langkah bertahap, mulai dari pembangunan rumah pompa, pengerukan saluran, pengaturan elevasi air, hingga pembangunan storage atau box penampungan air.
Eri menyebut seluruh program ini merupakan bagian dari pembangunan 2026 dengan target jangka pendek tidak ada lagi banjir di titik yang telah dipetakan.
Baca Juga: Nekat! ART Gasak Emas Batangan Dan Uang Dolar Milik Majikan di Surabaya
Rekayasa Aliran Air dan Solusi Teknis Drainase
Eri Cahyadi menyebut penyebab banjir di wilayah selatan adalah ketidakseimbangan aliran air yang terjadi di beberapa kawasan. Wilayah Karah dan Jambangan ikut terdampak saat hujan deras.
Sebagai solusi, Pemkot Surabaya mengalihkan sebagian aliran air ke saluran Kebon Agung yang memiliki kapasitas lebih besar. Selanjutnya, air diteruskan ke Kali Surabaya menggunakan sistem pompa.
Pemkot melakukan pemetaan ulang aliran air di wilayah terdampak banjir secara menyeluruh dan bertahap. Jalur Karah–Jambangan dialihkan agar tidak membebani Margorejo dan Avour Wonorejo.
Infrastruktur Tambahan, CCSP, Storage, dan Penyesuaian Lapangan
Selain rumah pompa, Pemkot Surabaya menggunakan metode Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) pada saluran Jemursari hingga Sarono Jiwo untuk menyesuaikan kondisi lapangan.
Di kawasan Panjang Jiwo, pelebaran saluran tidak dapat dilakukan karena terhalang SUTT 150 kiloVolt. Sebagai solusi, Pemkot membangun storage di jalan untuk membagi aliran air ke sungai besar dan rumah pompa.
Fungsi storage ini adalah membagi beban air agar tidak terpusat di satu titik dan sistem pengendalian lebih stabil saat debit tinggi.
Dampak, Evaluasi, dan Target Bebas Genangan
Kepala DSDABM Surabaya menyebut tiga rumah pompa baru terbukti efektif mengurangi genangan di wilayah sekitar masing-masing titik operasional.
Rumah Pompa Ahmad Yani melayani Gayung Kebonsari dan Kebonsari Barat, Margorejo menangani Margorejo, Bendul Merisi, dan Sidosermo, sedangkan Dukuh Menanggal melayani Gayungsari Timur hingga Jalan Menanggal.
Pemkot juga meningkatkan kapasitas rumah pompa eksisting hingga 9 meter kubik per detik serta menambah titik baru di Nginden Intan, Panjang Jiwo, Ketintang, Tambak Segaran, dan Margomulyo. Pemerintah juga menargetkan titik genangan dapat bebas banjir pada November 2026 dengan dukungan masyarakat.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Surabaya kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Surabaya.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari detik.com
- Gambar kedua dari detik.com