Satu alamat rumah yang tercantum dalam banyak Kartu Keluarga (KK) ganda di Surabaya kini menjadi sorotan serius DPRD Kota Surabaya.

Praktik ini dianggap merugikan dan berpotensi menimbulkan kebingungan administrasi kependudukan sekaligus mengganggu distribusi bantuan sosial yang seharusnya tepat sasaran. Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menegaskan bahwa sesuai aturan.
satu alamat rumah hanya boleh digunakan maksimal untuk tiga KK. Dibawah ini Info Kejadian Surabaya akan membahas fenomena tersebut masih marak terjadi khususnya di kawasan padat penduduk, menyebabkan kerancuan data dan potensi penyalahgunaan administrasi.
Aturan Maksimal 3 KK per Alamat Rumah
Menurut peraturan administrasi kependudukan yang berlaku, satu alamat rumah hanya boleh tercatat untuk maksimal tiga kepala keluarga. Aturan ini bertujuan menjaga keteraturan data dan keadilan dalam pelayanan publik serta penyaluran bantuan sosial.
Ketika satu alamat digunakan oleh lebih dari tiga KK, maka terjadi tumpang tindih data yang menyebabkan ketidakakuratan pendataan dan potensi ketidakadilan. DPRD Surabaya menyoroti bahwa pelanggaran aturan ini dapat memperburuk pengelolaan layanan pemerintahan di tingkat desa maupun kelurahan.
Potensi Kebingungan dan Dampak Negatif pada Pelayanan Publik
Kondisi satu alamat tercantum banyak KK ternyata menimbulkan masalah serius. Selain menciptakan kebingungan administrasi, hal ini berdampak pada ketidaktepatan distribusi bantuan sosial yang disalurkan pemerintah.
Bantuan yang seharusnya diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa menjadi tidak merata bahkan berisiko disalahgunakan. Lebih jauh, pengelolaan data kependudukan yang tidak rapi ini mempersulit pelayanan publik mulai dari kesehatan hingga pendidikan yang membutuhkan basis data penduduk yang valid.
Baca Juga:
Penyebab Fenomena Alamat Banyak KK
Fenomena ini banyak terjadi di kawasan padat penduduk dan diduga karena kurangnya pengawasan serta kontrol administrasi penduduk di lapangan. Beberapa warga juga memanfaatkan ketidakteraturan ini untuk kepentingan tertentu.
Pengajuan bantuan sosial ganda atau akses layanan yang tidak sesuai ketentuan. Selain itu, ada kasus di mana alamat rumah ibadah banyak digunakan sebagai alamat domisili KTP, yang menambah kerancuan data kependudukan dan merusak sistem administrasi pemerintah.
Dorongan Audit dan Perbaikan Tata Kelola Data Kependudukan

DPRD Surabaya mendesak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk segera melakukan audit ulang dan verifikasi fisik di lapangan khususnya di wilayah yang rawan kerancuan data seperti daerah Tegalsari, Simokerto, dan Sawahan.
Verifikasi ini penting dilakukan agar sistem data kependudukan tidak hanya bergantung pada data elektronik tanpa konfirmasi ke kondisi nyata. Sinergi antara Disdukcapil dengan aparat kecamatan dan kelurahan juga diperlukan untuk memperbaiki tata kelola data dan mencegah penyalahgunaan data alamat tinggal.
Rekomendasi Penataan Ulang Sistem Alamat Rumah
Sebagai solusi jangka panjang, DPRD Surabaya mengusulkan supaya Pemerintah Kota Surabaya melakukan penataan ulang sistem penomoran alamat rumah secara lebih baik dan terstruktur. Penataan ini diharapkan dapat meminimalisir kebingungan dan pelanggaran administrasi penduduk.
Dengan sistem alamat yang rapi dan jelas, distribusi bantuan serta pelayanan publik akan lebih tepat sasaran dan transparan, sekaligus mengurangi potensi kekeliruan dan penyalahgunaan data KK di masa depan.
Kesimpulan
Maraknya pencantuman satu alamat rumah dalam banyak KK di Surabaya menimbulkan kerancuan administrasi. Berpotensi mengganggu keadilan layanan publik, khususnya dalam pendistribusian bantuan sosial. DPRD Surabaya melalui Komisi A mengingatkan pentingnya pengawasan dan audit menyeluruh oleh Disdukcapil bersama aparat wilayah untuk memperbaiki data kependudukan.
Penataan ulang sistem alamat rumah dengan penomoran yang jelas juga menjadi solusi strategis. Guna mencegah manipulasi data berulang dan memastikan pelayanan masyarakat berjalan efisien serta adil. Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap hanya di Info Kejadian Surabaya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari radarsurabaya.jawapos.com
- Gambar Kedua dari beritajatim.com