Kemunculan buaya muara di berbagai lokasi di Surabaya telah berulang kali menggemparkan warga setempat, menimbulkan kekhawatiran.

Peristiwa terbaru pada pertengahan Juni 2025 di Waduk Manukan menambah daftar panjang penampakan satwa predator ini. Di permukiman padat penduduk, memicu respons cepat dari pihak berwenang untuk memastikan keselamatan warga.
Dibawah ini Info Kejadian Surabaya akan membahas insiden ini menyoroti perlunya pemahaman lebih lanjut tentang habitat buaya muara dan langkah-langkah mitigasi yang efektif.
Kemunculan Buaya di Waduk Manukan Surabaya
Kemunculan buaya muara kembali menggemparkan warga Manukan, Surabaya. Pada hari Minggu, 16 Juni 2025, seekor buaya muara dengan panjang sekitar 50 cm terlihat di Waduk Manukan Tirto IV. Informasi mengenai penampakan ini dengan cepat menyebar di kalangan masyarakat, menimbulkan kekhawatiran, terutama mengingat lokasi waduk yang berada di area permukiman.
Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada pagi hari sekitar pukul 07.49 WIB. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Linmas Surabaya, Linda Novanti, mengonfirmasi kejadian tersebut, menandai insiden terbaru dari serangkaian penampakan buaya di Surabaya dalam beberapa waktu terakhir.
Serangkaian Penampakan Buaya Muara di Surabaya
Insiden di Waduk Manukan hanyalah salah satu dari serangkaian penampakan buaya muara yang telah terjadi di Surabaya. Sebelumnya, pada Selasa, 10 Juni 2025, seekor buaya muara sepanjang 2 meter berhasil dievakuasi dari sebuah rumah warga di Jalan Manyar Sabrangan, Surabaya.
Buaya ini sempat melawan saat proses evakuasi, menunjukkan karakteristik alaminya. Selain itu, dua ekor buaya muara juga ditemukan di permukiman padat Kota Surabaya pada 13 Januari 2025. Dengan buaya pertama ditemukan di rumah seorang warga bernama Andre Janto (59) di kawasan Ketintang, Kecamatan Gayungan.
Baca Juga:
Penampakan Buaya Berukuran Besar di Medokan Semampir
Sebelumnya, pada November 2024, warga Medokan Semampir dikejutkan oleh kemunculan buaya muara berukuran lebih besar. Setelah penampakan buaya muara berukuran kecil di sungai dekat kampus Poltek Pelayaran. Kini warga Medokan Semampir dikejutkan oleh kemunculan buaya sepanjang tiga meter yang terlihat tenang di sekitar hutan bakau.
Penampakan ini direkam oleh sejumlah warga yang berada di lokasi pada dini hari, menampilkan seekor buaya yang terdiam di daratan, diduga berada di pinggir sungai dengan latar belakang rerumputan. Video tersebut menunjukkan seluruh tubuh buaya dari ujung kepala hingga ekor dengan penerangan lampu senter dari kejauhan.
Respons dan Peringatan Dari BPBD Surabaya

Menanggapi serangkaian penampakan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya telah mengeluarkan peringatan bagi warga. Untuk mewaspadai kehadiran buaya muara yang sering melintas di sungai-sungai, termasuk di sekitar kampus UINSA.
Menurut petugas BPBD, buaya muara memiliki habitat alami di kawasan hutan mangrove, sehingga kehadiran mereka di wilayah tersebut bukanlah hal yang aneh. Namun, BPBD juga mengingatkan warga agar tidak melakukan tindakan nekat, seperti menembak atau membunuh satwa air tersebut, mengingat buaya merupakan bagian dari ekosistem.
Upaya Evakuasi dan Penanganan
Setiap penampakan buaya muara di permukiman warga selalu diikuti dengan upaya evakuasi oleh pihak berwenang, terutama BPBD dan tim terkait. Proses evakuasi seringkali tidak mudah, seperti yang terjadi pada buaya sepanjang 2 meter di Manyar Sabrangan yang sempat melawan petugas.
Keberhasilan evakuasi buaya-buaya ini menunjukkan koordinasi yang baik antara tim penyelamat dan pemahaman akan karakteristik satwa liar. Setelah berhasil ditangkap, buaya-buaya ini biasanya akan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman atau habitat alaminya, menjauh dari permukiman warga, untuk menghindari konflik antara manusia dan satwa liar.
Kesimpulan
Mengingat seringnya kemunculan buaya muara, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti imbauan dari pihak berwenang. Warga diimbau untuk tidak mendekati atau memprovokasi buaya jika melihatnya, dan segera melaporkan penampakan kepada BPBD atau pihak berwenang terkait.
Menghindari area sungai atau hutan mangrove yang diketahui sebagai habitat buaya, terutama pada waktu-waktu buaya aktif, juga merupakan langkah pencegahan yang bijak. Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap hanya di Info Kejadian Surabaya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.detik.com
- Gambar Kedua dari ksdae.menlhk.go.id