Surabaya digegerkan pengungkapan sindikat joki UTBK dengan tarif fantastis yang mencapai ratusan juta rupiah dan mengejutkan publik luas.
Kasus joki UTBK di Surabaya kembali membuka mata publik soal rapuhnya integritas seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Dalam pengungkapan terbaru, polisi menyebut komplotan ini mematok tarif yang sangat tinggi, yakni antara Rp500 juta hingga Rp700 juta untuk satu peserta.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Surabaya.
Tarif Mencengangkan
Polrestabes Surabaya membongkar praktik perjokian UTBK yang dijalankan secara terorganisir. Dari hasil penyidikan, kelompok ini tidak bekerja sendiri, melainkan melibatkan beberapa orang dengan peran berbeda, mulai dari pencari klien, pengatur data, hingga pembuat dokumen palsu.
Tarif yang dipatok pun jauh dari kata kecil. Angka Rp500 juta hingga Rp700 juta menunjukkan bahwa joki UTBK bukan lagi sekadar penyimpangan ujian, tetapi sudah berubah menjadi bisnis ilegal bernilai besar yang menyasar calon mahasiswa dari keluarga tertentu.
Pola ini memperlihatkan bahwa ada pasar gelap yang tumbuh di balik ketatnya persaingan masuk kampus favorit. Fakta bahwa biaya bisa mencapai ratusan juta rupiah mengindikasikan adanya permintaan tinggi dari calon peserta yang ingin mencari jalan pintas.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Modus Komplotan
Dalam pengungkapan polisi, sindikat ini diduga menggunakan berbagai cara untuk meloloskan peserta ujian. Salah satu modus yang terungkap ialah pemalsuan data identitas, termasuk pembuatan atau pengubahan KTP agar identitas joki bisa digunakan dalam proses ujian.
Sejumlah pelaku juga disebut memiliki peran teknis, seperti mengedit dokumen, mencetak identitas palsu, dan mengurus stempel. Modus tersebut menunjukkan bahwa praktik ini disiapkan secara rapi, bukan dilakukan secara spontan menjelang ujian.
Jejak aktivitas sindikat ini bahkan disebut berlangsung cukup lama. Ada pelaku yang mengaku sudah beroperasi sejak beberapa tahun lalu dan menangani banyak klien. Sehingga polisi menduga jaringan ini punya pengalaman panjang dalam membaca celah pengawasan UTBK.
Baca Juga: Geger Surabaya! Staf Bank BUMN Ditangkap Terkait Dugaan Korupsi Kredit Rp 2,9 Miliar
Target Calon Mahasiswa
Mayoritas klien sindikat joki UTBK ini disebut menargetkan jurusan kedokteran. Tingginya persaingan masuk fakultas tersebut diduga membuat sebagian calon mahasiswa tergoda memakai jasa ilegal, meski risikonya sangat besar bagi masa depan akademik mereka.
Dalam pemeriksaan, salah satu pelaku mengaku telah menangani sekitar 150 klien selama beroperasi. Angka itu memberi gambaran bahwa praktik ini bukan kasus kecil, melainkan jaringan yang sudah cukup luas dan berulang dari tahun ke tahun.
Polisi juga menyoroti bahaya dari praktik semacam ini terhadap kualitas pendidikan. Jika peserta yang tidak kompeten berhasil lolos dengan cara curang, maka dampaknya dapat merusak sistem seleksi dan mengancam mutu lulusan di masa depan.
Ancaman Serius
Kasus ini memicu sorotan besar karena UTBK seharusnya menjadi pintu masuk yang adil bagi semua calon mahasiswa. Saat ada sindikat joki yang berani mematok harga ratusan juta, kepercayaan publik terhadap sistem seleksi ikut dipertaruhkan.
Pengungkapan jaringan joki di Surabaya juga menegaskan bahwa pengawasan ujian perlu terus diperkuat. Dengan modus yang semakin canggih, kerja sama antara panitia seleksi, kampus, dan aparat penegak hukum menjadi penting agar kecurangan bisa dicegah sejak awal.
Pada akhirnya, kasus ini menjadi peringatan keras bahwa pendidikan tinggi tidak boleh dibangun di atas kecurangan. Seleksi yang jujur bukan hanya soal aturan, tetapi soal keadilan bagi jutaan peserta lain yang berjuang dengan kemampuan sendiri.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Surabaya kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Surabaya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari jatim.jpnn.com