105 siswa SD di Bangkalan harus belajar di teras dan tenda darurat berbulan-bulan, kondisi memprihatinkan ini jadi sorotan publik.
Kondisi dunia pendidikan di salah satu daerah di Bangkalan kembali menjadi sorotan setelah ratusan siswa sekolah dasar terpaksa menjalani kegiatan belajar di tempat yang jauh dari kata layak. Selama berbulan-bulan, mereka harus bertahan di teras hingga tenda darurat karena keterbatasan fasilitas ruang kelas.
Situasi ini pun menimbulkan keprihatinan luas dan memunculkan pertanyaan tentang pemerataan akses pendidikan. Bagaimana kondisi sebenarnya di lapangan? Berikut ulasan lengkapnya di Info Kejadian Surabaya.
105 Siswa SD Di Bangkalan Belajar Di Teras Dan Tenda
Sebanyak 105 siswa SD di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di teras dan tenda darurat. Kondisi ini terjadi pada Senin (27/4/2026) karena ruang kelas di sekolah mereka tidak lagi dapat digunakan secara layak. Situasi tersebut sudah berlangsung selama berbulan-bulan dan menjadi perhatian masyarakat.
Para siswa harus menyesuaikan diri dengan kondisi belajar yang jauh dari ideal. Mereka mengikuti pelajaran di luar ruangan dengan fasilitas seadanya, termasuk kursi dan meja yang dipindahkan ke area terbuka. Hal ini tentu memengaruhi kenyamanan serta konsentrasi belajar.
Fenomena ini kembali menyoroti kondisi sarana pendidikan di daerah yang masih belum merata. Banyak pihak menilai bahwa kondisi ini perlu segera mendapatkan penanganan serius dari pemerintah daerah agar tidak mengganggu hak pendidikan anak-anak.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kegiatan Belajar Terpaksa Di Luar Ruangan
Proses belajar mengajar dilakukan di teras sekolah dan tenda darurat yang dipasang sementara. Kondisi ini menjadi solusi darurat setelah ruang kelas tidak dapat digunakan akibat kerusakan bangunan. Para siswa tetap berusaha mengikuti pelajaran meski dalam kondisi terbatas.
Guru-guru juga harus beradaptasi dengan situasi tersebut. Mereka mengatur metode pembelajaran agar tetap efektif meskipun tanpa ruang kelas yang memadai. Tantangan utama adalah mengendalikan konsentrasi siswa di tengah lingkungan terbuka.
Beberapa siswa mengaku kesulitan belajar karena kondisi panas dan gangguan lingkungan sekitar. Namun mereka tetap berusaha mengikuti pelajaran demi tidak tertinggal materi sekolah.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan! Ini Pengakuan Pelaku Penusukan Kakek di Surabaya
Kondisi Sekolah Yang Memprihatinkan
Bangunan sekolah yang digunakan para siswa diketahui sudah mengalami kerusakan cukup lama. Hal ini menyebabkan sebagian ruang tidak lagi aman untuk digunakan dalam kegiatan belajar. Akibatnya, siswa dipindahkan ke area sementara.
Kondisi tersebut bukan pertama kali terjadi di Bangkalan. Sebelumnya, beberapa sekolah lain di wilayah yang sama juga mengalami kerusakan dan memaksa siswa belajar di luar ruang kelas. Situasi ini menunjukkan adanya persoalan infrastruktur pendidikan yang berulang.
Pihak sekolah telah berupaya melaporkan kondisi tersebut kepada instansi terkait. Namun, perbaikan yang diharapkan belum sepenuhnya terealisasi hingga saat ini.
Respons Dan Harapan Masyarakat
Orang tua siswa menyampaikan keprihatinan atas kondisi belajar anak-anak mereka. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki fasilitas sekolah agar proses belajar kembali normal.
Masyarakat sekitar juga turut membantu dengan menyediakan ruang sementara seperti teras rumah warga untuk digunakan belajar. Dukungan ini menjadi solusi darurat agar kegiatan pendidikan tetap berjalan.
Namun demikian, warga menilai solusi sementara tidak bisa berlangsung terlalu lama. Perbaikan permanen tetap dibutuhkan agar siswa mendapatkan lingkungan belajar yang layak dan aman.
Dorongan Perbaikan Infrastruktur Pendidikan
Kasus ini menjadi gambaran tantangan pemerataan pendidikan di daerah. Infrastruktur yang belum memadai berdampak langsung pada kualitas pembelajaran siswa di tingkat dasar.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan langkah konkret untuk memperbaiki fasilitas sekolah yang rusak. Hal ini penting agar tidak terjadi ketimpangan kualitas pendidikan antarwilayah.
Selain itu, perhatian terhadap fasilitas pendidikan dasar dinilai sangat penting karena menjadi fondasi utama bagi perkembangan generasi muda di masa depan. Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Surabaya kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Surabaya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari surabaya.kompas.com
- Gambar Kedua dari antaranews.com