Pelaku curanmor yang beraksi di Jalan Margorukun Surabaya, terbukti nekat melancarkan aksinya meski sudah dua kali ditahan oleh pihak kepolisian.
Kejadian ini mengundang perhatian warga setempat yang mulai resah dengan maraknya pencurian kendaraan bermotor di kawasan tersebut. Menurut informasi kepolisian, pelaku berhasil membawa kabur beberapa motor milik warga dengan modus yang hampir sama. Aksi ini menunjukkan bahwa pelaku tidak kapok meskipun pernah mendekam di penjara, dan cenderung mencari celah untuk melancarkan aksi kriminalnya.
Dapatkan informasi menarik dan bermanfaat untuk memperluas wawasan Anda, eksklusif di Info Kejadian Surabaya.
Motor Curian Dijual ke Madura
Polisi menyatakan bahwa motor hasil curian tidak dijual di Surabaya, melainkan dibawa ke Madura. Hal ini menunjukkan adanya jaringan yang lebih luas dalam perdagangan motor curian. Pelaku memanfaatkan koneksi tersebut untuk mempercepat penjualan dan menghindari jejak hukum.
Penjualan motor curian ke luar kota membuat proses penegakan hukum menjadi lebih kompleks. Polisi kini tidak hanya menjerat pelaku utama, tetapi juga berusaha menelusuri pihak-pihak yang terlibat dalam pembelian motor hasil curian.
Langkah ini diharapkan bisa memutus rantai perdagangan barang curian dan memberikan efek jera bagi pelaku. Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membeli motor bekas dari pihak yang tidak resmi.
Kronologi Penangkapan Pelaku
Pelaku sebelumnya sudah dua kali ditahan karena kasus serupa. Namun, meski sudah menjalani hukuman, pelaku kembali melakukan pencurian. Polisi akhirnya berhasil menangkapnya setelah melakukan penyelidikan intensif dengan memanfaatkan informasi dari masyarakat dan rekaman CCTV di lokasi kejadian.
Setelah diamankan, pelaku mengakui bahwa motor-motor hasil curian dijual ke Madura melalui perantara. Pengakuan ini menjadi titik awal bagi pihak kepolisian untuk memperluas penyelidikan dan menjerat pelaku dengan dakwaan yang lebih berat.
Penangkapan ini juga menjadi peringatan bagi pelaku lainnya bahwa polisi terus memantau tindak kriminal di wilayah Surabaya dan siap menindak tegas siapa pun yang berani melanggar hukum.
Baca Juga: Polres Situbondo Angkat Bicara Soal Mayat Perempuan Tanpa Kepala
Dampak Bagi Warga dan Kesadaran Masyarakat
Aksi curanmor ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga Jalan Margorukun. Banyak yang kini lebih waspada dalam memarkir kendaraan, bahkan menambah pengaman tambahan seperti kunci ganda atau alarm.
Selain itu, warga juga semakin aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka. Kesadaran ini diharapkan dapat menjadi benteng pertama untuk mencegah aksi curanmor dan membantu aparat kepolisian dalam menindak pelaku.
Pihak kepolisian juga terus mengimbau masyarakat agar menjaga keamanan bersama, seperti memarkir motor di tempat terang, menggunakan kunci tambahan, dan melaporkan kejadian curanmor sesegera mungkin agar aksi kriminal tidak merajalela.
Upaya Kepolisian Memutus Jaringan Curanmor
Polisi kini fokus tidak hanya pada pelaku utama, tetapi juga pada jaringan yang membeli motor hasil curian. Dengan menelusuri jalur distribusi, polisi berharap dapat memutus rantai perdagangan motor curian yang melibatkan beberapa daerah, termasuk Madura.
Upaya ini melibatkan koordinasi antar-polres, patroli rutin, dan penyelidikan kasus serupa yang sebelumnya belum terungkap. Langkah ini diharapkan memberi efek jera bagi pelaku dan memperkuat keamanan warga Surabaya.
Kepolisian menegaskan bahwa tindakan tegas akan diberikan bagi siapa saja yang terlibat dalam jaringan curanmor. Keseriusan aparat diharapkan bisa menurunkan angka kriminalitas, sekaligus membuat warga merasa lebih aman di lingkungan mereka.
Ikuti berbagai kabar menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan, eksklusif di Info Kejadian Surabaya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari surabaya.kompas.com
- Gambar Kedua dari Detik.com