Sebuah rumah konveksi di Surabaya dilalap api pada Senin pagi, memicu kepanikan warga sekitar belasan unit mobil damkar dan tim rescue dikerahkan.
Petugas berhasil mengevakuasi pekerja, warga, dan beberapa barang penting, sementara penyelidikan awal mengindikasikan korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran. Pihak kepolisian dan Damkar terus mengawasi lokasi, sekaligus memberikan edukasi keselamatan agar kejadian serupa tidak terulang.
Berikut ini Adalah kumpulan informasi terbaru dan paling menarik dari Info Kejadian Surabaya.
Kebakaran Hebat Landa Rumah Konveksi di Surabaya
Sebuah rumah konveksi di kawasan Surabaya, Jawa Timur, dilaporkan terbakar pada Senin pagi. Api cepat membesar dan membakar hampir seluruh bagian bangunan, menyebabkan kerugian materi yang signifikan. Warga sekitar segera melapor ke petugas pemadam kebakaran setelah melihat kepulan asap tebal yang menyelimuti lingkungan sekitar.
Menurut saksi mata, api mulai terlihat sekitar pukul 07.30 WIB. Awalnya muncul dari bagian belakang bangunan sebelum menjalar ke seluruh area. Para pekerja konveksi berhasil menyelamatkan beberapa peralatan penting, namun sebagian besar stok kain dan hasil produksi hangus terbakar.
Kebakaran ini memicu kepanikan di lingkungan sekitar. Warga berusaha mengevakuasi diri dan menyingkir dari lokasi agar tidak terkena percikan api atau asap tebal. Petugas keamanan setempat juga membantu mengatur arus lalu lintas agar kendaraan pemadam dan warga bisa bergerak dengan aman.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Belasan Unit Damkar dan Tim Rescue Dikerahkan
Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dan tim rescue dari Surabaya dikerahkan untuk memadamkan api. Petugas bekerja maksimal untuk mengendalikan api yang cepat membesar akibat bahan kain mudah terbakar di konveksi tersebut. Tim rescue juga menyiapkan peralatan untuk evakuasi warga dan pekerja yang terjebak di area terdampak.
Kepala Damkar Surabaya, Sutrisno, mengatakan bahwa lokasi kebakaran cukup padat, sehingga memerlukan koordinasi intensif antar unit. “Kami menurunkan belasan unit dan tim khusus untuk memastikan api tidak menjalar ke rumah warga sekitar,” ujar Sutrisno.
Selain itu, petugas juga memanfaatkan selang air bertekanan tinggi, alat pemotong, dan tangga darurat untuk menjangkau bagian atap yang mulai runtuh. Upaya ini dilakukan agar api bisa dipadamkan secara menyeluruh tanpa menimbulkan korban jiwa.
Baca Juga: Mudik Aman? Damkar Surabaya Minta Warga Lepas Tabung LPG dan Cek Listrik!
Evakuasi dan Dampak Kebakaran
Pekerja konveksi dan warga berhasil dievakuasi dengan aman sebelum api semakin membesar. Beberapa warga mengaku trauma melihat kobaran api yang menyelimuti bangunan. Petugas juga mengevakuasi hewan peliharaan dan barang berharga yang masih bisa diselamatkan.
Selain kerugian materi, kebakaran ini mengakibatkan sementara aktivitas ekonomi di kawasan terganggu. Jalan akses menuju lokasi sempat ditutup untuk memudahkan mobil damkar bergerak, sehingga terjadi kemacetan di beberapa titik.
Pihak kepolisian juga menurunkan tim untuk mengamankan lokasi, melakukan penyelidikan, dan memastikan tidak ada unsur tindak pidana atau kelalaian yang memicu kebakaran. Masyarakat diminta tetap tenang dan menjauhi lokasi demi keselamatan.
Penyelidikan dan Upaya Pencegahan
Tim kepolisian dan Damkar Surabaya tengah menyelidiki penyebab kebakaran. Dugaan awal, api muncul akibat korsleting listrik di bagian belakang rumah konveksi, namun pihak berwenang akan menunggu hasil investigasi resmi.
Selain itu, petugas Damkar memberikan edukasi kepada pemilik konveksi dan warga sekitar tentang keselamatan kebakaran. Sosialisasi dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang, termasuk pemeriksaan instalasi listrik dan penyimpanan bahan mudah terbakar secara aman.
Kepala Damkar menekankan pentingnya kesiapsiagaan warga dan pemilik usaha. “Dengan prosedur keselamatan yang baik, risiko kebakaran dapat diminimalkan dan keselamatan pekerja serta masyarakat sekitar bisa terjaga,” ujar Sutrisno.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com