Warga Surabaya digegerkan oleh aksi bejat oknum guru ngaji yang diduga mencabuli tujuh murid di bawah umur dengan modus bujuk rayu.
Kasus pencabulan yang menggemparkan mengguncang Surabaya setelah oknum guru ngaji berinisial MZ (22) ditangkap polisi karena diduga mencabuli tujuh santri laki-laki berusia 10-15 tahun. Perbuatan bejat ini terjadi di sebuah pondok pesantren kecil di kawasan Genteng Kali sejak 2025 hingga April 2026. Polrestabes Surabaya langsung bertindak tegas, menahan pelaku untuk diadili.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Surabaya.
Kronologi Peristiwa
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan aksi tersebut terjadi di tempat para korban belajar akhlak dan Al-Qur’an kepada tersangka. “Peristiwa itu terjadi di yayasan tempat korban belajar di wilayah Genteng,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026). Perbuatan cabul MZ dimulai sejak 2025 di ponpes kecil Jalan Genteng Kali, Surabaya.
Pelaku, mahasiswa yang mengajar ngaji, menarget santri mondok seminggu sekali dari Jumat hingga Minggu. Korban tinggal bersama orang tua di hari biasa, membuat aksi sulit terdeteksi awalnya. Malam hari jadi waktu utama MZ beraksi secara diam-diam.
Kasus terbongkar April 2026 setelah satu korban memberanikan diri lapor. Polisi selidiki dan tangkap MZ pada 16 April setelah keterangan korban lain menguat. Penangkapan cepat cegah korban bertambah.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Modus Operandi Pelaku
MZ manfaatkan suasana malam sepi di ponpes untuk dekati santri tidur. Ia minta oral seks tanpa paksaan fisik keras, korban pura-pura tidur karena takut. Aksi berulang bergantian hampir setahun pada tujuh santri.
Pelaku datang sebagai pengajar ngaji, bukan tinggal di ponpes. Korban murid tetap percaya padanya sebagai ustaz, dimanfaatkan untuk akses kamar santri. Kepercayaan ini jadi celah licik MZ.
Meski santri lain di kamar, tak ada yang bersuara karena saling tahu tapi ketakutan. Hal ini perpanjang penderitaan korban. Modus tunjukkan perencanaan matang pelaku.
Baca Juga: Terungkap! Demi iPhone 13, Perempuan di Surabaya Diduga Gelapkan DP Box Moge Belasan Juta
Pengakuan dan Motif
Saat diperiksa, MZ akui perbuatan dipicu nafsu dari kebiasaan menonton film porno. “Dia bilang nafsu karena hobinya nonton film biru,” ungkap Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan. Pengakuan ini memperkuat dugaan motif pribadi dalam kasus tersebut. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya faktor lain yang memengaruhi perilaku pelaku.
MZ tak menyangkal telah melakukan tindakan cabul berulang pada santri anak-anak meski sadar usia mereka masih di bawah umur. Ia juga disebut bertindak sendirian tanpa keterlibatan pihak lain. Pemeriksaan polisi mengungkap fakta ini secara jelas dalam proses penyidikan. Saat ini berkas perkara terus dilengkapi untuk proses hukum lebih lanjut.
Motif konsumsi konten pornografi menjadi sorotan karena dinilai berbahaya bagi pengajar anak. MZ dianggap mengkhianati amanah sebagai guru ngaji akibat pengaruh buruk tersebut. Kasus ini menjadi pengingat akan risiko paparan konten negatif di lingkungan masyarakat. Aparat juga menekankan pentingnya pengawasan moral dan lingkungan kerja pendidikan.
Proses Hukum dan Dampak
MZ jadi tersangka dan ditahan Polrestabes Surabaya. Dijerat Pasal 6 huruf c jo Pasal 15 huruf g UU TPKS atau Pasal 415 huruf b KUHP dengan ancaman hukuman berat. Proses hukum terus digeber untuk memastikan keadilan bagi korban. Penyidik juga masih mendalami keterangan saksi untuk memperkuat berkas perkara.
Korban mendapat pendampingan dari DP3APPKB Surabaya untuk membantu pemulihan trauma yang dialami. Pendampingan ini mencakup dukungan psikologis agar kondisi mental korban dapat kembali stabil. Orang tua diminta berperan aktif membantu proses pemulihan agar anak tetap berprestasi. Polisi berharap tidak ada dampak panjang yang mengganggu masa depan korban.
Kasus ini memprihatinkan masyarakat dan mendorong pengawasan ketat di lingkungan tempat ibadah. Sejumlah pihak juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap anak di ruang-ruang publik. Polisi mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan hal mencurigakan. Keadilan harus ditegakkan secara penuh demi mencegah kejadian serupa terulang.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Surabaya kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Surabaya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari beritajatim.com
- Gambar Kedua dari kejadiansurabaya.info