KAI Daop 8 Surabaya menutup ratusan perlintasan liar demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan mencegah kecelakaan di lintasan.
PT KAI Daop 8 Surabaya telah menutup 139 perlintasan sebidang liar sejak 2020 hingga April 2026. Penutupan dilakukan bertahap bersama pemerintah daerah untuk tingkatkan keselamatan. Manager Humas Mahendro Trang Bawono tekankan perlintasan ilegal rawan kecelakaan karena tak punya fasilitas keamanan.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Surabaya.
Data Penutupan Bertahap
Sejak 2020, KAI Daop 8 tutup 20 perlintasan liar pertama di berbagai titik rawan. Pada 2021, tambah 16 titik, 2022 capai 28, 2023 tutup 18 secara berturut-turut. Tahun 2024 tutup 15, 2025 paling banyak 33, dan 2026 sudah 9 hingga April. Total 139 titik dinormalisasi jalur kereta di wilayah operasi.
Penutupan pakai metode pengurugan, pemasangan pagar besi, dan penjagaan sementara ketat. Prioritas perlintasan tanpa penjaga atau perangkat keselamatan regulasi KAI. Program 2026 target tambah 15 lagi secara bertahap di Surabaya dan sekitarnya. Koordinasi dengan warga lokal dilakukan intensif.
Hingga April 2026, wilayah Daop 8 punya 435 perlintasan sebidang aktif. Sebanyak 130 dijaga KAI, 140 daerah, 60 eksternal, 87 tak dijaga, 18 masih liar sementara. Penutupan kurangi risiko secara signifikan di Jawa Timur. Statistik kecelakaan menurun drastis.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Alasan Utama Penutupan
Perlintasan liar dibuka tanpa izin resmi, tak punya palang pintu atau sinyal peringatan. Rawan tabrak lurus dengan kereta api kecepatan tinggi hingga 120 km/jam. Kecelakaan sering fatal, ancam nyawa pengguna jalan dan penumpang KA secara mendadak.
Mahendro sebut penutupan langkah penting tingkatkan keselamatan bersama pemerintah. Masyarakat imbau jangan buka ulang akses ilegal yang bahaya nyawa. Risiko besar bagi perjalanan KA dan warga sekitar rel kereta. Pendisiplinan jadi fokus utama.
Optimalisasi perlintasan resmi lewat palang pintu otomatis, rambu, penjagaan kuat 24 jam. Edukasi disiplin lalu lintas gencarkan via kampanye media dan lapangan rutin. Kolaborasi polisi, daerah perkuat penataan jalur besi. Hasilnya terukur positif.
Baca Juga: Geger! Sindikat Joki UTBK Surabaya Terbongkar, Tarif Capai Ratusan Juta!
Dampak Positif Keselamatan
Penutupan tekan angka kecelakaan di jalur KA Surabaya efektif sejak diterapkan. Normalisasi jalur cegah akses sembarangan, lindungi anak-anak dan pejalan kaki rawan. Data tunjuk penurunan insiden signifikan sejak 2020 hingga kini. Keamanan meningkat pesat.
Masyarakat ajak patuhi rambu, berhenti sebelum lintas, dahulukan KA selalu. Kesadaran tingkatkan hindari zona bahaya rel di perkotaan. Program ini dukung transportasi aman Jatim secara berkelanjutan. Partisipasi warga krusial.
Koordinasi stakeholder kuat ciptakan sistem tertib perlintasan. Penjagaan intensif titik rawan cegah pembukaan liar ulang efektif. Hasilnya, perjalanan KA lancar dan aman tanpa gangguan. Target zero accident terus dikejar.
Imbauan dan Rencana Lanjutan
Mahendro imbau masyarakat utamakan keselamatan saat lintasi rel KA hati-hati. Patuhi aturan, jangan buka perlintasan ilegal lagi demi nyawa. Risiko ancam banyak pihak, termasuk keluarga sendiri di sekitar. Sosialisasi door to door digelar.
KAI lanjut tutup bertahap 15 titik 2026, sosialisasi gencar di media sosial. Kolaborasi Dishub, polisi, warga perkuat pengawasan lapangan ketat. Target zero kecelakaan perlintasan liar tercapai bertahap. Monitoring digital dipakai.
Strategi jangka panjang bangun perlintasan resmi bertambah modern. Teknologi CCTV, sensor deteksi tingkatkan keamanan canggih. Surabaya jadi kota ramah KA aman dan tertib. Investasi infrastruktur prioritas.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Surabaya kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Surabaya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari radarsurabaya.jawapos.com