Surabaya bersiap mengganti parkir tunai dengan sistem digital, meningkatkan kenyamanan, transparansi, dan efisiensi bagi seluruh warga kota.
Surabaya segera memasuki babak baru pengelolaan parkir. Dinas Perhubungan mempersiapkan sistem pembayaran nontunai, ditargetkan rampung Mei 2026. Langkah ini menjadi transformasi digital untuk parkir lebih transparan, akuntabel, dan efisien. Era parkir tunai segera menjadi sejarah di Kota Pahlawan.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Surabaya.
Menyongsong Era Parkir Nontunai, Target Mei 2026
Pemerintah Kota Surabaya, melalui Dinas Perhubungan (Dishub), telah menetapkan target ambisius untuk sepenuhnya mengimplementasikan sistem parkir nontunai. Pada Mei 2026, bertepatan dengan momen Hari Jadi Kota Surabaya, seluruh transaksi parkir diharapkan sudah bebas dari pembayaran tunai. Ini merupakan langkah besar menuju modernisasi dan efisiensi layanan publik.
Sosialisasi intensif akan terus digencarkan untuk memastikan masyarakat Surabaya memahami dan siap menyambut perubahan ini. Plt Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menegaskan komitmen pemerintah kota untuk merealisasikan digitalisasi parkir secara bertahap. Tujuannya adalah menciptakan sistem parkir yang lebih baik, cepat, dan akuntabel.
Metode pembayaran yang akan diimplementasikan sangat beragam dan disesuaikan dengan kemudahan akses masyarakat. Pengguna kendaraan dapat memanfaatkan QRIS, e-money, atau berbagai aplikasi pembayaran digital lainnya. Fleksibilitas ini diharapkan dapat mempercepat adaptasi masyarakat terhadap sistem baru ini.
Implementasi Bertahap, Dari Pelataran Hingga Tepi Jalan
Proses penerapan sistem parkir nontunai akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari area yang lebih mudah diatur. Tahap awal akan fokus pada parkir pelataran, seperti di pusat perbelanjaan, perkantoran, dan area komersial lainnya. Hal ini memungkinkan Dishub untuk menguji sistem dan melakukan penyesuaian yang diperlukan sebelum melangkah ke cakupan yang lebih luas.
Setelah sistem parkir nontunai di pelataran berjalan optimal, implementasi akan diperluas ke parkir tepi jalan umum. Area ini seringkali menjadi titik rawan berbagai permasalahan parkir, sehingga digitalisasi diharapkan dapat membawa perubahan signifikan. Trio Wahyu Bowo menekankan bahwa seluruh warga yang memiliki smartphone akan dipermudah dengan sistem ini.
Saat ini, Dishub Surabaya sedang dalam proses pengadaan alat pembayaran nontunai yang diperlukan untuk mendukung sistem baru ini. Selain itu, validasi para Juru Parkir (Jukir) juga tengah dilakukan, termasuk pembukaan rekening di Bank Jatim untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan setoran parkir.
Baca Juga: Buronan Kejari Surabaya Kredit Fiktif Rp 1,4 Miliar Akhirnya Ditangkap di Bali
Transparansi Dan Akuntabilitas, Ucapkan Selamat Tinggal Pada Premanisme
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fafhoni, menyambut baik inisiatif digitalisasi parkir ini. Menurutnya, penerapan pembayaran nontunai adalah sebuah keniscayaan untuk menciptakan transparansi dan tata kelola parkir yang akuntabel. Program ini dianggap sebagai jawaban konkret atas berbagai persoalan yang selama ini menyelimuti pengelolaan parkir.
Arif Fafhoni menyoroti beberapa masalah parkir yang diharapkan dapat teratasi dengan sistem nontunai. Mulai dari pungutan yang tidak sesuai tarif, praktik premanisme yang meresahkan, hingga minimnya transparansi dalam setoran parkir. Digitalisasi diharapkan mampu menghilangkan celah-celah kecurangan dan penyimpangan yang selama ini terjadi.
Pimpinan dewan ini berharap seluruh paguyuban juru parkir dapat memahami dan mendukung penuh arah kebijakan Wali Kota Surabaya ini. Dengan sistem yang terdigitalisasi, setiap transaksi akan tercatat dengan jelas, mengurangi potensi penyalahgunaan, dan memastikan pendapatan parkir masuk sepenuhnya ke kas daerah. Ini adalah langkah maju untuk Surabaya.
Tantangan Dan Harapan Menuju Surabaya Bebas Tunai
Meskipun visi parkir nontunai ini menjanjikan banyak manfaat, tantangan dalam implementasinya tentu akan ada. Edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan kepada masyarakat serta para juru parkir menjadi kunci utama. Memastikan semua pihak memahami cara kerja sistem baru dan manfaatnya akan mempercepat proses transisi ini.
Kesiapan infrastruktur teknologi dan keamanan data juga menjadi perhatian penting. Sistem pembayaran harus dapat diandalkan, aman, dan mudah digunakan oleh semua kalangan. Dishub perlu memastikan bahwa semua alat dan platform pembayaran berfungsi dengan baik untuk menghindari kendala teknis yang dapat menghambat adopsi.
Dengan komitmen kuat dari Pemerintah Kota Surabaya dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, harapan untuk mewujudkan Surabaya bebas parkir tunai pada Mei 2026 sangat besar. Ini adalah langkah progresif yang akan membawa Surabaya menjadi kota yang lebih modern, efisien, dan nyaman bagi warganya.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Surabaya kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Surabaya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jatim.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari ngopibareng.id